Saturday, 20 December 2014

FORM SURAT TANDA PERKAWINAN



Keputusan Konven GBKP Tahun 2005-2007 (Hal. 72)

SURAT TANDA PERKAWINAN
No:________________________

GEREJA BATAK KARO PROTESTAN (GBKP)

KLASIS:
_____________________________

“Demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu” (Matius 19:6a)

Pada tanggal ……… bulan ………. Tahun …………………….

Telah melaksanakan perkawinan……………………………………………………………………………

Nama                        :  …………………………………………………………………
Tempat tgl. Lahir       :  …………………………………………………………………
Anak dari                  :  ………………………………… dan ………………………….......................
No. Reg. Babtis/sidi   :  ……………………………… Klasis………………………………………………..
Dengan
Nama                         :  …………………………………………………………………
Tempat tgl. Lahir        :  …………………………………………………………………
Anak dari                   :  ………………………………… dan ………………………………….……………
No. Reg. Babtis/sidi   :  ……………………………… Klasis ……………………………………………..
Di-                            :  …………..…………………………………………………………………............
                                         Anggota Majelis Jemaa……………………………………………

Perkawinan ini diakui dan disahkan
Oleh:
BP GBKP Klasis ……………………………………………………………………………………………………….

……………………………………. Tgl. ……………………………… 


                                                                                            Pendeta
Pas photo bersama
4 x 6

(_________________________)

Read more >>

Liturgi Pelantikan Pengurus Perpulungen Jabu-jabu (PJJ)

LITURGI PELANTIKAN PENGURUS PJJ

O senina ras Turang, ijenda tedis senina ras turangta si enggo terpilih jadi pengurus perpulungen jabu-jabu............................
*Bajem..............Runggun.............periode...............seh..................
Genduari me sisehken dahin enda man bana.

Man bandu siterpilih jadi pengurus PJJ................................ isingetkan lebe man bandu aturen dahin ibas kam ndahiken kepengurusen perpulungen jabu-jabu. Dahin e erpalas kubas Pustaka Sibadia sinaksiken maka Dibata simada dahin e, eme Dibata si dem kiniraturen. Pengurus PJJ muat bagin ibas dahin gereja eme, persadan, kesaksin ras pelayanen. Guna kiniulin ras kiniraturen dahin e ilitken pengurus PJJ. Dahin pengurus PJJ e eme :
a. Ngelakoken ras engkoordinir dahin persadan, kesaksin, pelayanen ras perduiten.
b. Erbahan evaluasi, koordinasi ras komunikasi ras Pt/Dk PJJ.
c. Ikut ibas Musyawarah Ngawan.

Kerina enda lit ibas pengaturen/koordinasi Runggun Gereja. Guna si e gejapkenlah maka dahin enda eme dahin si endesken Dibata man banndu.
  1. Jagai dirindu, dingen jagai pe kerina kalak si enggo itetapken Kesah si Badia man kep-kepenndu. Permakanilah perpulungen Tuhan si enggo itebusiNa (Perb. 20:28).
  2. Ola meganjang ukurndu, ola erpenalem pe ibas kebayaken si la erketentun, tapi erpenalemlah ibas Dibata, si mereken man bandu kai si perlu ibas geluhndu ( bnd. I Tim. 6:17).
  3. Si erdahin Dibata, erdahin ia alu kebujuren, alu pemeteh ras kepentaren, alu ate saber, alu kiniulin, alu penampat Kesah si Badia, alu keleng ate situhu-tuhu, alu meritaken berita situhu-tuhu, janah alu gegeh si renna ibas Dibata nari (bnd. 2 Kor. 6 : 6-7).
  4. Dage ersinalsallah min terangndu i lebe-lebe kalak si enterem, gelah adi idahna perbahanenndu si mehuli, ipujina Dibata, Bapandu si ni Surga (Mat. 5:16).

Genduari enggo ibegindu kerna palas ras dahin pengurus PJJ dingen sie Dibata jine simereken gegeh ras kepentaren man bandu ndahiken dahin e. Emaka iendesken dahin e man bandu.

"ADI TUHU BAGE ATENDU, NINDULAH TUHU BAGE ATEKU"

Ialoi sinilantik: “TUHU BAGE ATEKU”

Ibas gelar Runggun Gereja............. ilantik kami me kam: Si.............................................................. (igelari sada-sada ras jabatenna). Jadi pengurus PJJ .........................................
IBAS GELAR DIBATA BAPA, ANAKNA YESUS KRISTUS RAS KEREMBAKEN KESAH SIBADIA. Amen.

Isalami sada-sadai iher iogeken :
"Emaka tutuslah atendu ndahiken dahin Tuhan sabab la kap sia-sia si idahikenndu ibas Tuhan".

Rende No.......................................
Ertoto…………………………………………
Rende No............................... (nehken persembahen)

Cataten:
Adilit piga-piga kepengurusen PJJ, kerina sekali ilantik ras iogeken

Read more >>

Friday, 19 December 2014

Renungan / Khotbah Roma 2:17-29, Minggu 4 Januari 2015

Introitus :
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di Jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemoh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1 : 1-3 )

Bacaan : Yesaya 63 : 7 – 9; Khotbah : Roma 2 : 17 – 29

Thema : Lakukanlah Taurat Tuhan (Ikutkenlah Undang-undang Tuhan).

Jemaat yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus
Waktu adalah bagian dari hidup manusia. Sebab dengan waktu, manusia dapat mengukur hasil pekerjaannya. Dengan waktu kita mengatur perjalanan pekerjaan dan hidup kita. Apa saja kegiatan kita, pasti berkenaan dengan waktu. Seluruh perjalanan hidup kita, selalu dibagi atas tiga waktu : waktu lampau, waktu kini dan waktu yang akan datang. Waktu lampau adalah pengalaman yang dapat menjadi pelajaran untuk waktu kini dan waktu yang akan datang. Waktu lampau berhubungan erat dengan waktu kini, dan waktu kini berhubungan erat dengan waktu yang akan datang. Apa yang kita lakukan sekarang ini sebenarnya sudah setengah dari apa yang kita lakukan di waktu yang akan datang. Oleh sebab itu kecemasan waktu kini adalah kecemasan waktu yang akan datang. Dari pengalaman hidup yang sudah kita lalui di tahun yang lalu, tentu saja kita ingin mengubahnya dengan perjuangan dan harapan agar di tahun yang baru ini akan lebih baik. Untuk mewujudnyatakan harapan tersebut marilah kita kembali kepada firman Tuhan yang menjadi perenungan kita di minggu pertama di tahun baru ini.

Thema untuk minggu ini mengingatkan kita untuk melakukan Taurat Tuhan. Dalam Mazmur 1:1-3 ( introitus) ,19:8-9,119:1,memuji Hukum Taurat sebagai jalan untuk tetap berada dalam perkenaan Allah dan menerima berkat Allah. Kebahagiaan dan hidup yang sejati diperoleh dengan mendengar, menaati dan melakukan Hukum Taurat. Kata Ibrani diterjemahkan dengan “Hukum”atau “Taurat”adalah Torah yang berarti “pengajaran” atau “petunjuk”. Karena petunjuk yang diberikan oleh Allah kepada Musa di gunung Sinai(Kel.20:1;Bil.10:10) begitu penting. Hukum Taurat tidak dimaksudkan hanya sebagai seperangkat peraturan untuk di taati tapi juga bertujuan untuk menolong umatNya tetap dalam perkenaan kepada Allah dan tetap merdeka. Disamping apa yang sudah diberikan oleh Allah di gunung Sinai, ada juga peraturan- peraturan lain yang ditemukan dalam kitab Ulangan, yang berisikan “Hukum kedua”. Pemberian Hukum kedua oleh Allah menunjukkan bahwa Hukum Taurat tidak ditetapkan sekali untuk selama-lamanya. Hukum itu berkembang dan berubah. Sesudah pembuangan, para ahli Taurat dan Rabi Yahudi bertanggung jawab untuk menafsirkannya, mengubah dan mengembangkannya guna menghadapi situasi yang baru. Di zaman Yesus juga melakukan hal yang sama(Mat.5:21-39). Yesus mengubah beberapa peraturan Taurat tetapi bukan untuk meniadakan Hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya(Mat5:17). Yesus merangkum makna Hukum Taurat menjadi: Kasih kepada Allah dan sesama manusia(Mat.22:37-40,Ul.6:4,Im.19:18). Rasul Paulus juga terus menafsirkan ulang Hukum Taurat. Seperti Yesus, Rasul Paulus juga menyimpulkan makna Hukum Taurat sebagai Kasih(Rom.13:9).

Dalam nats khotbah Roma 2 :17-29, Rasul Paulus menegaskan bahwa semua orang disambut dalam kerajaan Allah, tanpa membedakan seseorang Yahudi atau bukan Yahudi. Tanpa memperhatikan apa yang mereka makan, pada hari apa mereka beribadah, atau apakah mereka di sunat atau tidak disunat. Paulus mengatakan bahwa seseorang di selamatkan oleh kasih Allah yang dinyatakan dalam Yesus Kristus, bukan karena mengikuti seperangkat peraturan (Rom.10:4,Gal.5:1-6). Menurut Paulus Hukum Taurat bermanfaat sebab ia menunjukkan dosa kita(Rom.3:20,Gal.3:19), dan memperlihatkan apa yang suci dan yang baik (Rom.7:12,Rom.2:17-18). Kita sebagai anak-anak Tuhan yang oleh karna kasih Allah yang telah dinyatakanNya sebagai umatNya yang tidak akan berlaku curang(Bacaan Yes.63:7-9) semestinya menyukuri,menghargai dan hidup untuk melakukan Taurat Tuhan.

Peraktik sunat menimbulkan perdebatan dikalangan jemaat kriten perdana. Sejumlah orang Kristen Yahudi yang hidup menurut hukum taurat merasa bahwa mereka dan setiap pengikut Kristus yang bukan orang yahudi harus menaati semua Hukum taurat dan melakukan semua praktek ritualnya,termasuk sunat(Kis11:1-2,22:17-24). Paulus tidak menerima akan hal ini. Menurut Paulus sunat bermakna hanya jika dapat menaati seluruh hukum taurat. Sunat sejati adalah sesuatu yang terjadi dalam hati bukan hanya secara lahiriah saja(Rom.25-29). Bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya,tapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya (Gal.6:15).

Salah satu ujian bagi kita adalah ketika memasuki tahun baru ini. Kita tidak akan pernah luput dari berbagai tantangan dan problema kehidupan. Kekuatan kita hanyalah bersandar kepada kuasa dan kasih Allah dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Marilah kita persiapkan dirikita, keluarga kita, pekerjaan dan pelayanan kita kepada ketaatan terhadap perintahNya, hidup untuk selalu rindu dengan Taurat Tuhan. Hanya dengan bekerja, berdoa dan berharap kepada janji Tuhan kita Yesus Kristus akan menjadikan segala sesuatu baru menjadi sempurna dan abadi. Amin.

Rg.GBKP Cileungsi 
 Pdt. Terima Tarigan

Read more >>

Renungan / Khotbah Bilangan 6:22-27, Kamis 1 Januari 2015 (Tahun Baru)

Introitus : 
TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu (Keluaran 13:21-22)

Bacaan : Wahyu 21: 1-6 ( Tunggal ); Khotbah : Bilangan 6: 22-27 ( Tunggal )

Thema : 
Tuhan memberkati dan menyertai hidup kita ( Ipasu-pasu ras i kawali Tuhan kap geluhta )

Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus….
Seperti Tuhan menuntun perjalanan umat Israel keluar dari Mesir, Tuhan berjalan didepan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Demikianlah pula Tuhan telah menyertai kehidupan kita umatNya melewati hari lepas hari, bulan lepas bulan, tahun lepas tahun. Karena penyertaan Tuhan kita sampai di tahun baru di tahun 2015 ini. Terpujilah Tuhan yang telah menyertai dan memberkati kita…

Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus….
Kata berkat dalam bahasa ibrani adalah ‘Barukh’ dan di dalam bahasa inggris diterjemahkan ‘bless’ atau ‘blessed’. Kitab Mazmur banyak menggunakan kata ‘barukh/barak’ (terberkatilah, terpujilah) sebagai ucapan umat kepada Tuhan. Jika ‘barukh’ digunakan oleh manusia ke Tuhan, maka hal itu selalu berarti memuja Tuhan dengan mengucap syukur, berterimakasih, memuji, memasyurkan dan membesarkan Tuhan. Kata ‘barukh’ juga berarti ‘berlutut’. Yang menggambarkan kita sedang merendahkan diri kita saat mengucap syukur. Itu sebabnya pada waktu ucapan syukur di ucapkan di dalam sinagoge ada saatnya dimana umat berlutut (Band, Maz.34:2, Maz 113: 2). Dalam perjanjian baru nyanyian Zakharia merupakan contoh ucapan ‘barukh’ umat kepada Tuhan. Zakharia berseru, terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umatNYa dan membawa kelepasan baginya (Luk 1:68).

Jika ‘barukh’ digunakan oleh Tuhan kepada manusia, maka artinya Tuhan memberikan sesuatu yang baik kepada pihak yang diberkatiNya, seperti kemakmuran, kesuksesan, kesehatan, kekuatan, kebahagiaan, dll (Kej 1:28, Kej 12:2). Atau bisa juga pihak yang lebih tinggi memberkati pihak yang lebih rendah, misalnya: Imam memberkati umat: “ Harun mengangkat kedua tangannya atas bangsa itu,lalu memberkati mereka, kemudian turunlah ia, setelah mempersembahkan korban penghapus dosa, korban bakaran dan korban keselamatan “ (Im 9:22), atau orang tua memberkati anak-anakNya seperti Ishak memberkati Yakub (band. Kej 27: 10).

Dalam nats khotbah tahun baru ini kita diberitahukan tentang ucapan berkat yang harus disampaikan Imam Harun dan anak-anakNya dalam memberkati orang Israel. Allah memberikan perintah yang jelas melalui Musa kepada Harun dan anak-anakNya untuk memberikan perkataan berkat. Tuhan menetapkan untuk memberkati umatNya, melalui pemimpin penyembahan mereka yaitu imam. Nats khotbah Bilangan 6 : 22-27 ini dapat juga kita sebut sebagai ucapan berkat keimaman. Ucapan berkat itu antara lain :

Di ayat 24 dikatakan : “Tuhan memberkati dan melindungi engkau”. Tuhan adalah sumber segala berkat yang berkuasa. Imam Harun serta anak-anakNya hanyalah saluranNya untuk mengarahkan aliran itu ke umat Israel. Tuhan ‘melindungi’ dan menjaga dari dosa dan musuh kita si iblis, sama seperti yang di doakan Yesus untuk pengikut-pengikutNya (Band, Yoh 17:15 “ supaya Tuhan melindungi mereka daripada yang jahat”). Kata ‘ melindungi’ memiliki makna yang dalam yaitu memberi penghiburan. Jika kita melindungi harta benda kita maka tentu saja kita menyimpannya dengan hati-hati, terhindar dari bahaya, karena harta benda itu berharga dan bernilai bagi kita. Melindungi berarti berbicara mengenai penjagaan, perlindungan, dan memagari demi keamanan. Tuhan menjaga dan memelihara kita sebagai hartaNya yang unik dan istimewa.

Di ayat 25 dikatakan: “Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia’. Bagian kedua dari berkat keimaman adalah untuk menghalau kesuraman dan kegelapan. Sama seperti tumbuhan yang memerlukan cahaya matahari untuk perjuangan hidupnya untuk bertumbuh dan berbuah maka kehidupan rohani umat juga harus bertumbuh. Hal itu dapat terjadi jika kecermelangan yang terpancar dari wajah Tuhan adalah terang yang sesungguhnya. Kilauan wajah Tuhan menembus pribadi kita yang terdalam. TerangNya adalah sambutan yang hangat, menjangkau setiap sudut gelap dan celah hidup kita. Terang ini tidak pernah bersinar lebih cemerlang dalam hidup kita dibandingkan ketika kita sungguh-sungguh mempercayai Tuhan ditengah pencobaan dan penderitaan kita.
Kasih karunia terbesar yang telah diberikan Tuhan kepada umat adalah keselamatan sehingga dengan kasihNya umat dipenuhi kuasa untuk melaksanakan kehendak Tuhan yaitu menyatakan kasih ditengah dunia. Umat yang menerima kasih karunia Tuhan dapat menjadi sumber pertolongan dan pengharapan bagi orang lain juga.

Di ayat 26 dikatakan: “Tuhan menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera”. Damai sejahtera adalah aspek akhir dari berkat keimaman. Damai sejahtera (Shalom) mencakup keseluruhan, kesehatan, kesejahteraan, kepuasan, keamanan, kedamaian, persahabatan dan keharmonisan dengan Tuhan dan orang lain. Yesus Kristus adalah damai sejahtera kita. Kitab Efesus 2:14 mengatakan “ Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan”. Itulah damai sejahtera yang sampai kepada kita dengan harga yang sangat mahal karena tugasNya di dunia ini adalah pendamaian di kayu salib. Kristus juga mengatakan“ Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yoh 14:27). Sesuatu yang sama sekali berbeda dari keamanan atau kedamaian apapun yang dapat diberikan dunia.

Diayat 27 dikatakan : Nama Tuhan harus diletakkan diatas orang Israel, maka Tuhan akan memberkati mereka. Tuhan harus dijungjung tinggi karena Dia lebih tinggi dari semua yang ada. Dalam hal ini jelas, bahwa yang lebih tinggilah yang memberkati pihak yang lebih rendah. Tidak dapat disangkal bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi (Ibrani 7:7).

Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus…..
Berkat Tuhan selalu didambakan dalam kehidupan manusia. BerkatNya berarti anugrahNya, kebaikanNya, dan bahkan penghargaanNya kepada kita manusia. Tuhan telah lebih dahulu memprakarsai sejak awal memberi berkat di dunia ini (berkat-berkat yang sementara). Tuhan juga telah menyediakan berkat yang kekal bagi kita karena Tuhan adalah Alfa dan omega. Yang awal dan yang akhir (Band. Why 21:1-6). Sebagai orang yang diberkati Tuhan, marilah kita mengambil bahagian dalam menyalurkan berkat-berkat itu kepada orang-orang disekeliling kita. Selamat tahun baru dan selamat menjalani tahun 2015, Tuhan memberkati dan menyertai kita . Amin

Pdt. Karvintaria br Ginting, STh
GBKP Rg Cijantung-08126359640

Read more >>

Renungan / Khotbah Mazmur 121:1-7, Rabu 31 Desember 2014 (Tutup Tahun)

Introitus : 
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Roma 8 : 37

Bacaan : Roma 8 : 31 - 39 (Tunggal); Khotbah : Mazmur 121 : 1 – 7 (Responsoria)

Thema : Kita Lebih Dari Pemenang

Saudara-saudari yang dikasihi Kristus,
Penghujung Tahun 2014 sudah ada di depan mata kita. Menandakan bahwa perjalalan kehidupan kita di tahun 2014 juga sudah mau berakhir. Mari sejenak kita mencoba mengingat ulang tentang apa yang sudah terjadi di sepanjang khidupan kita di tahun 2014. Lalu kita coba hubungkan dengan apa yang kita inginkan pada waktu kita hendak memasuki tahun ini. Berapa banyak dari keinginan kita yang “terkabul”. Berapa banyak juga yang terjadi dalam kehidupan kita namun ia tidak ada dalam perencanaan kita. Berapa banyak yang memberikan sukacita, namun berapa banyak juga yang bagi kita merupakan duka dan nestapa kita (tentu menurut penilaian kita pribadi). Bahkan ketika kita merasa bahwa kita tidak akan mampu untuk melewati bahagian tertentu yang memang menurut kita hanya kegagalan atau kekalahan kita, dan ternyata kita bisa atasi dan lewati itu walau istilah yang kita pakai “berdarah-darah dan berurai airmata”. Ibarat sebuah pertandingan, banyak yang menganggap kita akan kalah, namun karena kita senantiasa berupaya melewatinya, ternyata kita menang. Yang tergambar bila mendapatkan situasi seperti ini, bukankah rasa senang yang seharusnya muncul?

Nah…. Yang menjadi pertanyaan mendasar bagi kita saat ini adalah apakah kita merasa senang bisa sampai pada saat ini.seberapa senang kita saat ini? Dan apa yang menjadi harapan kita ketika meninggalkan hari ini dan memasuki kehidupan di hari yang baru dan tahun yang baru? Dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan yang bisa kita angkat berkaitan dengan kehidupan kita saat ini.
Saudara dan saudariku…..

Gambaran keyakinan pemasmur pada hari ini sangat jelas dan tegas dinyatakan pada kita. Pemasmur dengan gambling menggambarkan bagaimana hubungan yang istimewa yang terjalin antara dia dan Allahnya. Dia berani memberikan pernyataan-demi pernyataan tentang Allahnya bukanlah sebagai gambaran dari sebuah harapan, tapi justru merupakan kesaksian akan pengalaman kehidupan yang dijalani oleh pemasmur dengan Allahnya. Ada beberapa pernyataan yang patut kita garisbawahi tentang kesaksian pemsmur dengan 

Allahnya, antara lain :
1. Ia takkan membiarkan kakimu goyah
Ada kesadaran bagi pemasmur bahwa daya tahannya berhadapan dengan tantangan kehidupan sangatlah besar dan dibutuhkan kekuatan yang sangat besar untuk bisa bertahan dari hantaman tantangan itu. Namun ia berani menyatakan bahwa ia tidak dapat dikalahkan karena peran serta Allah yang begitu nyata dalam pengalaman penyerahan dirinya kepada Allahnya. Coba kita perhatikan ketika seorang lifter (atlet angkat besi) ketika ia mengangkat barbell (beban besi), ketika kita perhatikan bahwa tumpuan dari kehidupan pertahanannya adalah kaki. Dan ketika bebannya sudah terlalu berat maka kita bisa melihat kakinya akan bergetar, dan bila sudah tidak mampu lagi untuk menahan beban itu maka ia bisa terjatuh bila tetap menahan beban itu. Namun karena pemasmur punya keyakinan bahwa aka nada yang “menopang kakinya” maka ia tetap bisa berdiri dengan tegak.
2. Penjagamu tidak akan terlelap.
Gambaran dunia menyatakan bahwa yang menjadi penjaga pasti lebih kuat dari yang dijaga. Gambaran ini juga mempengaruhi sikap hidup pemasmur akan Allahnya. Dia begitu meyakini bahwa apapun yang akan “mengganggu” kehidupannya, tidak akan pernah sampai kepadanya karena akan terlebih dahulu berhadapan dengan “Sang Penjaga”. Gambaran akan tantangan itu bisa kita lihat dari : Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Gambaran matahari dan bulan pada bagian ini menggambarkan ada kekuatan yang lebih besar dari manusia namun pada sisi lain ketika kekuatan itu hendak “menghantam” kehidupan manusia maka aka nada “tameng” yang siap melindungi dirinya. Dan itulah Allahnya sang pemasmur. Bahkan hal yang paling berharga dalam kehidupan manusia yaitu “nyawa”, karena adanya nyawa yang membuat manusia hidup. Nyawa pemasmur juga diyakini tidak akan mampu disentuh oleh maut. Luar biasa sekali keyakinan yang dinyatakan pemasmur akan Allahnya.

Saudara-saudari yang berbahagia,
Sangat berkait erat dengan uraian Paulus dalam kitab Roma, ini juga merupakan inti pengakuan iman Paulus akan Tuhannya. Intinya, bila manusia menyandarkan dan mengandalkan Tuhan dalam kehidupannya maka Tuhan Allahnya akan menyampaikan kasih setianya yang terbaik bagi kebaikan kehidupan manusia. Dan Paulus tidak menyangsikan hal itu. Ia menyatakan bahwa kehidupan umat percaya pada waktu itu tidak gampang, ada tantangan dari luar yang begitu “mengancam” kehidupan mereka. Namun sekali lagi, sekalipun ada anggapan kehidupan mereka ibarat domba yang digiring ke penyembelihan; semua itu tidak akan pernah sampai. Mengapa? Karena iman percayanya menyatakan bahwa kuasa Tuhan Allahnya memberikan perlindungan dan bahkan kekuatan untuk mengalahkan tantangan itu.

Lalu….. bagaimana kita dengan dua kesaksian yang luarbiasa ini. Apakah kita masih masih pantas untuk meragukan penyertaan Allah dalam kehidupan kita. Apakah kita meragukan kuat kuasa Allah kita dianugrahkanNya kepada kita untuk memampukan kita untuk mengalahkan setiap kecemasan dan ketakutan kita akan kehidupan yang akan datang. Bukankah seharusnya dengan dua pengalaman iman yang luar biasa ini menjadkan kita menjadi lebih percaya lagi akan kebaikan Tuhan Allah kita.

Pada bagian pengantar, sudah dipaparkan betapa kita terkadang mengalami situasi dimana kita punya ketidakyakinan apakah kita bisa menyeberangi kehidupan ini hari lepas hari, minggu lepas minggu, bulan lepas bulan hingga akhirnya sampai di penghujung tahun. Ini bisa diakibatkan oleh situasi ekonomi, kesehatan, keluarga, dan lain sebagainya. Namun yang nyata adalah ….saat ini dan di sini di empat ini… di ruang pertemuan antara Allah dan kita…. KITA ADA… KITA NYATA….. ini menyatakan bahwa dengan realita ini diyatakan dengan jelas bagi kita bahwa KITA MENANG atas hari, minggu, bulan, dengan segala tantangan dan cobaan yang ada. Pernyataan dan Penyataan Tuhan Allah kita sangat tegas menyatakan bahwa yang paling berharga baginya yaitu AnakNya yang Tunggal pun diberikan bagi kebaikan kehidupan kita. Oleh sebabnya mari…. Jangan pernah ragu melangkah besama dengan Tuhan Allah kita… karena kita tidak akan pernah kalah…. Kita Lebih Dari sekedar Pemenang…. We are more than VIP (Veri Important Person)… Tidak ada yang berharga di dunia ini, emas, perak, permata dan apapun yang bisa melebihi nilai kita dihadapan Tuhan Allah kita… Kita lah yang paling berharga di hadapan Tuhan Allah kita. Amin

Pdt. Benhard Roy Calvyn Munthe, STh.
081361131151

Read more >>

Renungan / Khotbah Lukas 2:36-40, Minggu 28 Desember 2014 (Advent IV)

Introitus : 
Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu/ Petetap min ukurku alu keleng ateNdu si tetap, sue ras ipadankenNdu man bangku, suruh-suruhenNdu (Mazmur 119:76)

Bacaan : Yesaya 62: 1-3 (Responsoria); Khotbah : Lukas 2:36-40 (Tunggal)

Tema :
Hiduplah Dalam Kasih Karunia Tuhan/Nggeluhlah I Bas Perkuah Ate Tuhan

Saudara-sudara yang terkasih dalam Kristus Yesus, minggu ini adalah minggu terakhir di tahun 2014, satu moment dimana kita dapat merenungkan dan mengevaluasi seluruh perjalanan kehidupan kita sepanjang tahun 2014. Ibarat mendaki sebuah gunung (menjalanai sebuah perjalanan) tibalah saatnya kita di sebuah titik perhentian (peristirahatan) untuk dapat melihat kebelakang merenungkan jalan yang sudah kita lewati, dalam perjalanan itu mungkin kita melewati jalan yang berbatu (kerikil-kerikil tajam) atau jalan yang berliku dan penuh onak dan duri, mungkin ada saatnya kita terpeleset dan jatuh, berdarah dan menangis, mungkin dalam perjalanan itu kita merasa senang (berjalan dalam jalan yang mulus), singkatnya perjalannan kita diwarnai dengan suka atau duka. Sepanjang perjalanan itu kita dapat merasakan bagaimana tuntunan tangan Tuhan kesetiaan Tuhan yang senantiasa setia menemani perjalanan hidup kita, kita jatuh tapi tak sampai tergeletak...tangan siapa yang menopang...? ya tangan Tuhan....kita pernah menangis tetapi tidak sampai meneteskan airmata bercampur darah....siapa yang menghibur....? ..ya Tuhan...., mungkin mengawali tahun 2014 begitu banyak beban yang harus kita pikirkan...biaya kehidupan, biaya anak sekolah dan banyak lagi kebutuhan-kebutuhan yang lain, kita bekerja hanya sebatas kemampuan kita yang terbatas, kita bekerja dengan pengetahuan kita yang terbatas tetapi siapa yang mencukupkan segala keperluan kita ?...ya Tuhan kan ? ya inilah yang kita sebut dengan “kasih Karunia Tuhan”. Ya mungkin disisi lain permasalahan hidup kita masih ada yang belum selesai tetapi yakinlah Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita berjalan sendiri mengarungi kehidupan ini (Mat 28: 20 “Aku senantiasa menyertai engkau sampai akhir zaman”). Pengalaman adalah guru yang terbaik istilah ini mengingatkan kita akan pentingnya sebuah perenungan akan perjalanan yang sudah kita lewati untuk mempersiapakan perjalanan yang akan kita jalani dalam babak kehidupan selanjutnya.

Minggu ini adalah minggu setelah Natal, mudah-mudahan semangat natal itu bukan seperti gemerlapnya lampu natal hanya menyala setahun sekali itupun kelap-kelip (kadang menyala kadang mati), setelah itu di masukkan lagi kedalam gudang. Biarlah natal yang menghabiskan begitu banyak dana waktu dan perasaan menjadi spirit untuk senantiasa hidup dalam kasih karunia Tuhan.
Berbicara tentang kasih karunia Tuhan, kami memahami bahwa segala sesutau yang kita miliki adalah kasih karunia (pemberian Tuhan) mulai dari nafas kehidupan, tempat bekerja, hasil pekerjaan dan lain sebagainya semuanya adalah kasih karunia Tuhan. Tentang kasih karunia Tuhan kami membaginya menjadi 2, yaitu :
  1. Kasih Karunia penciptaan  diberikan kepada siapa saja, mau berdoa atau tidak melakukan kejahatan atau kebaikan Tuhan memberikan “mata hari, hujan” sehingga tidak jarang kita melihat bahkan permapok, penjudi, penipu, koruptor, tidak pernah berdoa (beribadah) seakan hidup mereka aman-aman saja bahkan kelihatan lebih...”diberkati” dari orang orang yang rajin dalam peribadahan
  2. Kasih karunia keselamatan  Seorang teolog Siprianus mengatakan : Extra Ecclesiam nulla salus (outside the church there is no salvation) kasih karunia ini hanya diberikan kepada orang yang hidup didalam gereja, orang yang taat beribadah dan hidup dalam persekutuan yang intim dengan Tuhan.

Dan menurut hemat saya kasih karunia ini lebih kami runcingkan lagi pembagiannya dengan poin 1 kasih karunia sekunder dan point 2 adalah kasih karunia primer, dan jika kita perhadapaken dengan Matius 6:33 “ carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranya maka semuanya itu ditambahkan kepadamu” disini Yesus bukan mengajukan sebuah pilihan...kerajaan Allah dan kebenarannya (primer) atau yang ditambahkan (sekunder) tetapi Yesus berkata tentang prioritas.... soal mana yang harus di dahulukan. Satu yang pasti kalau kita mendahulukan untuk mengejar yang sekunder kita tidak akan pernah mendapatkan yang primer, sehingga Yesus mengatakan supaya setiap orang percaya itu mengutamakan yang primer karena yang sekunder itu pasti akan mengikutinya. Dengan kata lain orang yang mngejar kasih karunia penciptaan tidak akan mendapatkan kasih karunia keselamatan (primer), tetapi sebaliknya orang yang mengejar kasih karunia keselamatan (primer) maka kasih karunia penciptaan (sekunder) itu pasti diberikan kepadanya.

Tema kita “hiduplah dalam kasih karunia Tuhan” yang dimaksud disini adalah kasih karunia keselamatan (primer), Kasih karunia keselatan itu dipenuhi di dalam Keristus Yesus dengan kata lain tema ini kami artikan hiduplah dalam Kristus Yesus. Karena hanya dalam Yesus ada keselamatan yang abadi, inilah yang dinanti-nantikan oleh smeon dan Hanna, di usia mereka yang sudah lanjut. Diusia yang lanjut mungkin begitu banyak sukacita yang merea rasakan tetapi sukacita mereka itu tidak ada artinya tanpa pertemuan dengan Yesus sang mesias. Di ay. 29 -32 nyanyian Semeon yang sangat luar biasa, maut sekali tidak mebuat dia gentar karena dia telah bertemu dengan “kasih Karunia yang Primer” yaitu Yesus sang juru selamat dunia.

Hidup Dalam Kasih Karunia Tuhan tidak menjamin kita lepas dari pergumulan
Hanna adalah orang yang hidup dalam kasih karunia, tetapi hidupnya juga tidak terlepas dari pergumulan hidup....menikah hanya 7 tahun bersama suaminya, pandangan Yahudi seorang janda itu menjadi kelas nomor dua, kurang dihargai. Tetapi sekali lagi saya katakan bahwa hidupnya tidak lebih buruk dari orang yang usia pernikahannya 50 tahun tetapi hidup di luar Kristus (diluar kasih karunia primer). Demikian juga dengan kita walaupun hidup dalam Kasih Karunia Tuhan, bukan berarti kita lepas dari pergumulan (masalah) kehidupan, Tetapi menurut iman percaya saya kehidupan kita tidak seburuk orang yang berlimpah kekayaan tetapi tidak hidup dalam kasih karunia (primer)

Hidup dalam Kasih karunia Tuhan, memampukan kita terus berguna dan menjadi berkat
Walaupun Hanna seorang janda yang sudah tua (84 tahun) dia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, siang malam beribadah berdoa dan berpuasa. Salah satu pergumulan orang tua yang lanjut usia adalah perasaan bahwa mereka tidak lagi dapat berbuat apa-apa, mereka menganggap diri tidak berguna bahkan ada yang merasa bahwa hidupnya itu menjadi beban bagi keluarga, sehingga penderitaan mereka bukan saja di sebabkan oleh kelemahan fungsi pisik mereka tetapi penderitaan di sebabkan oleh psikis (kejiwaan atau pikiran) mereka. Bagi orang tua-orang tua yang kami kasihi, Hanna adalah sebagai figur yang dapat kita teladani bahwa usia lanjut bukan halangan untuk hidup berguna, dia menjadi pendoa syafaat, bagi bangsanya keluarganya persekutuannya. Demikian jugalah kiranya dengan orang tua-orang tua kami jadilah pendoa syafaat bagi anak ,cucu, bangsa dan negara, gereja, karena doa mempunya kekuatan yang adikodrati jika didoakan dengan sungguh dan iman yang teguh.....jadi jangan kita menganggap bahwa usia menjadi penghalang untuk hidup bermakna...tetapi kuncinya adalah hiduplah dalam kasih karunia Tuhan

Hidup Dalam Kasih Karunia Tuhan membawa kita untuk melihat Sang Juruselamat
Hanna adalah orang yang memelihara hidupnya dalam kasih kerunia Tuhan, dengan tidak pernah meninggalkan Bait Allah beribadah dan berpuasa supaya terhindar dari kecemaran dosa. Dengan beribadah dan berpuasa akan terjadi proses pengudusan (penyucian) hati. Matius 5 : 8 “ Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Hanna yang terus menjaga kesucian hatinya dia diberi kesempatan oleh Tuhan bertemu dengan Yesus sang juruselamat dunia..

Hidup dalam kasih karunia Tuhan memampukan kita untuk bersyukur dan bersaksi
Walaupun Hanna sudah tua, mungkin secara pisik begitu banyak pergumulan dan pendertaan yang dia alami (bdk. Pengkhotbah 12:2-5, lebih afdol baca persi “Pustaka Sibadia (Alkitab berbahasa Karo)” tetapi penderitaan atau kesengsaraan itu tidak berlaku bagi Hanna karena dia telah melihat kasih Karunia yang Primer (Yesus), sukacitanya mengalahkan umur yang sudah tua dan penderitaannya, sehingga dia mendapat kekutan untuk terus bersaksi tentang kasih karunia yang primer (Yesus atau Anak) itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan.

Hidup dalam Kasih Karunia Tuhan mebuat kita dapat bertumbuh dalam iman dan pengharapan
Yesus lahir seperti manusia yang diawali dari bayi yang kecil dan mungil, dalam kasih karunia Tuhan Dia mengalami pertumbuhan bukan saja dalam hal pisik tetapi dalam hal hikmat dan kasih karunia. Pertumbuhan adalah sesuatu yang diharapkan bagi setiap makhluk hidup, demikian juga dengan kerohaninan kita membutuhkan pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan itu akan subur jika kita hidup dalam kasih karunia Tuhan....

Hiduplah di dalam kasih Karunia Tuhan.... sehingga kita dapat bersinar seperti cahaya yang menyala seperti suluh , agar semua bangsa melihat kebenaran dan kemuliaan kita, sehingga kita mendapat nama yang baru sesuai dengan keinginan Tuhan ...,menjadi mahkota keagungan dan serban kerajaan di tangan Allah

Pdt. Saul Ginting, M.Div
GBKP Rg. Klender

Read more >>

Friday, 12 December 2014

UCAPAN SELAMAT NATAL 25-26 DESEMBER 2014 & TAHUN BARU 2015

BP. GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG

 Nehken

SELAMAT NATAL
25 - 26 Desember 2014
Ras
NGALO-NGALO TAHUN BARU
01 Januari 2015



“Kata e enggo jadi manusia, janah Ia ringan i tengah-tengahta. 
Enggo idah kami kemulianNa si mbelin, 
e me kemulian si ibereken Dibata man baNa erkiteken Ia Anak Dibata si Tonggal. 
Anak e encidahken lias ate ras kai si benar kerna Bapa e”
(Yohanes 1:14)


BP. GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG
PERIODE 2010 - 2015
------------------------------------------------------------------------
Ketua: Pdt. Sabar S. Brahmana, S.Th, MA;
Kabid. Koinonia: Pdt. Andreas Josep Tarigan, M.Div
Kabid. Marturia: Pt. Hendri Sembiring, SH, M.Si; Kabid. Diakoni: Dk. Ferdinand M. Sinuhaji
Sekretaris: Pdt. Iswan Ginting Manik, M.Div; Wkl. Sekretaris: Pt. Eddy T. Keliat
Bendahara: Pt. Tjanta Sinulingga       

Pegawai:
Rosanni Br Bangun; Jupiyanti Tarsika Br Tarigan

Read more >>