Wednesday, 27 August 2014

Cara Install Ulang Recovery Windows 7 Di Laptop/Notebook

Cara Install Ulang Recovery Windows 7 Di Leptop/Notebook
Toshiba PORTEGE T210/Sejenisnya

(1) Nyalakan Leptop/notebook atau direstart lalau tekan tombol F8 (karena proses Recovery agak lama sebaiknya laptop dalam keadaan di charge) hingga muncul Advanced Boot Options.

(2) Pilih Repair Your Computer Lalu Tekan ENTER. ( Tunggu Hingga Proses Loading Selesai ).

(3) Klick Next pada kotak dialog untuk memilih Keyboard input method (US)

(4) Kemudian pada kotak dialog System Recovery Options, Klik TOSHIBA Recovery Wizard.

(5) Pilih Versi windows yang di inginkan (apakah Windows 7 64-bit atau Windows 7 32-bit, tergantung spesifikasi komputer anda) lalu Klick Next.

(6) Setelah muncul Pesan Warning. Klick Yes Untuk Melanjutkan.

(7) Pilih Recovery Of Factory Default Software lalu klick next (Catatan penting: bagi yang ingin menghapus seluruh data pada HDD di Leptop seperti pertama kali beli pilih Erase The Hardisk. Ingat jangan sampai salah pilih).

(8) Selanjutnya akan muncul pilihan Recovery Method, di sini ada tiga pilihan :
  • Recover to Out-box-state ( Jika ingin mengembalikan windows seperti saat pertama kali beli dengan menghapus semua partisi yang ada).
  • Without Changing The Hard Drive Partitions ( Jika ingin mengembalikan windows tanpa menghapus partisi yang telah dibuat).
  • Recover to a Custom size Partition ( Jika kita ingin mengembalikan windows dengan sebelumnya membuat partisi baru.

(9) Setelah menentukan pilihan pada poin 8, klik Next. Akan muncul Pesan Konfirmasi Bahwa partisi pertama akan di hapus dan kamu akan kehilangan semua data dalam partisi, Klick Next untuk Memulai Installasi.

Selamat mencoba.

Sumber acuan: http://12028ifunsika.wordpress.com/2012/12/04/cara-installasi-windows-7-recovery/

Read more >>

Sunday, 24 August 2014

Pengelayasi Program Tahun 2015 GBKP Klasis Jakarta-Bandung

Man sinihamati kami, 
BP GBKP Runggun/Bajem se-Klasis Jakarta-Bandung
ibas ingan masing-masing

Mejuah-juah ,
Arah surat enda isehken kami pengelayasi ntah pe catatan-catatan siman pandang-pandangen ibas erbahan program tahun 2015 erpalasken prioritas program “PENINGKATAN SOSIAL EKONOMI, BUDAYA JEMAAT”.

(1) Iarapken maka Runggun/Bajem erbahan program tahun 2015 erpalasken prioritas program tahun 2015 eme Peningkaten Sosial Ekonomi ras Budaya.

(2) Program siniban erpalasken PME (Program Monotoring & Evaluasi)*

(3) Sue ras GBP GBKP Tahun 2010-2015, secara khusus menyangkut prioritas program tahun 2015, Runggun/Bajem banci erbahan program:
  • Pembinaan. Tahun 2015 enggo imulai Pasar Bebas Asean si igelari AFTA (ASEAN Free Trade Area). AFTA enda arus isikapi alu meningkatken kualitasta ibas ngelakoken kai pe usahanta segelah ngasup bersaing, misalna masalah kebersihen binagata, ingan usahanta, sikap ras cara ngelai sinukur ntah langganen, rsd.
  • pekarangen si lit alu nuan kebutuhen dapur bagi lacina, sere, bawang, rsd. Sehubungen ras sienda banci ibahan program ngelitken bibit lacina si enggo turah I polybag. Bibit enda isediaken alu gratis man perpulungen. Perpulungen tading nikapken pot ras tanehna gelah isuan ije. Ngelitken bibit lacina, bawang, sere, rsd enda banci kerjasama ras Dinas Pertanian.
  • Menginventarisir usaha-usaha si lit itengah-tengah jemaat, misalna: usaha catering, si erbinaga gallon air minum, gas, rsd. Jenari iban buku pintar si risiken daftar anggota jemaat siperbinaga, catering, rsd ilengkapi alamat, nomor telepon/HP segelah adi ngawan perpulungen si membutuhken banci ihubungina. Banci pe ngawan perpulungen, misalna si beluh erbahan arsik, tasak telu, rsd. itama ku buku pinter e ntah pe itamaken ku momo/mading segelah adi lit jemat si merincuh arsik, tasak telu, rsd. banci pesanna.
  • Informasi lapangen kerja alu membangun jejering guna ndatken informasi ras menginformasikenca man jemaat baik arah momo, mading, bagepe website Runggun.
  • Menyediaken modal alu erbahan koprasi, CU/CUM ibas Runggun. 
  • Sehubungen ras budaya: Banci ibahan program pelatihen landek, ertutur man KA-KR/Permata, Seminar adat man jemaat, mbabai percakapen ibas acara adat (maba belo selambar, nganting manuk, kerja adat, ibas kalak mate, rsd).
  • Rsd.
Bagendame banci isehken kami pengelayasi ntah pe cataten siman pandang-pandangen ibas erbahan program tahun 2015 erpalasken prioritas program tahun 2015.

Gede, 22 Juli 2014
BP GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG

Ketua,                                                              Wkl.Sekretaris,

Pdt.Sabar S.Brahmana,S.Th.,MA                             Pt.Eddy Temanta Keliat

Read more >>

Renungan / Khotbah Roma 14:1-2, Minggu 14 September 2014

Introitus : 
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Tuhan (Mazmur 31 : 25)

Bacaan : Kejadian 50 : 15-21 (Tunggal); Khotbah: Roma 14 : 1-2 (Tunggal)

Tema : 
Jadilah penenang hati temanmu (jadilah kam simpetetap ukur temanndu)

Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,
Dalam sebuah komunitas tertentu keberadaan anggotanya memiliki keanekaragaman latar belakang kehidupan ( keluarga , bahasa, suku ), cara berfikir, bertindak dan keinginan tidak semua sama, pasti ada perbedaaan. Sebagai contoh kecil , ditengah sebuah keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan anak-anak, untuk menu makanan saja bisa tidak sama, ada selera yang berbeda. Dalam menghadapi keperbedaan apa yang perlu dilakukan ? sehingga tidak menimbulkan permasalahan dan konflik ? tentu harus ada sikap mau menerima dan menghargai sesama.

Dalam nats khotbah Roma 14:1-2, ada masalah jemaat setempat tentang dua garis pemikiran. Satu pihak memahami percaya kepada Kristus semua larangan lama tentang makanan tidak cocok lagi tetapi pada pihak lain ada orang-orang yang berpegang pada banyak peraturan-peratuan dan mereka percaya tidak dibenarkan untuk makan daging tetapi hanya makan sayuran saja/vegetables. Paulus menyebut orang yang amat cermat itu sebagai orang yang lemah imannya. Mengapa dikatakan demikian karena walaupun mereka telah menjadi Kristen tetapi masih memandang/memahami Kekristenan sebagai agama yang penuh dengan peraturan-peraturan, dan dalam hatinya ia masih percaya untuk memperoleh Kasih Allah dengan melakukan hal-hal tertentu dan hidup berpantang. Terhadap orang-orang yang demikian Paulus menasehatkan jemaat : terimalah mereka tanpa mempercakapkan pendapatnya. Paulus mengajak jemaat di Roma untuk tidak saling menghakimi. Meskipun cara berfikir berbeda cobalah mengerti, jangan menjadi jengkel, jangan menertawakan ataupun memandang rendah mereka yang berpantang, tetapi sebaliknya bagi yang berpantang jangan menghakimi mereka yang tidak berpantang. Jangan mempersoalkan, memperdebatkan pendapat-pendapat ataupun pertanyaan-pertanyaan karena dapat menimbulkan keragu-raguan, dapat menggoyahkan yang bersangkutan maupun orang yang mendengar perdebatan itu. Dengan kata lain Paulus lebih mengarahkan jemaat di Roma untuk saling menerima dalam pikiran yang berbeda dan saling menghargai diantara mereka, sehingga dapat terjalin persekutuan yang baik dan tidak terjadi perpecahan di tengah-tengan jemaat.

Dalam nats bacaan Kejadian 50: 15-21, kisah hidup Jusuf yang penuh lika-liku kehidupan mengajarkan kita tentang sebuah proses rencana Allah untuk mendatangkan kebaikan. Dalam kebencian yang diawali rasa cemburu kepada Jusuf, saudara-saudaranya tega menjualnya, Jusuf mengalami masuk penjara. Penderitaan itu diubahkankan Tuhan menjadi berkat baginya, keluarganya dan bangsanya. Jusuf menjadi orang nomor dua di Mesir dengan hikmat dari Tuhan melalui arti mimpinya bangsa Mesir, saudara-saudaranya dan bangsanya bisa bebas dari bencana kelaparan. Saat keadaan telah berubah, dari budak/teraniaya menjadi penguasa, Jusuf tetap melakukan yang baik. Terhadap saudara-saudaranya dia tidak membalas dendam atau pun menakut-nakuti mereka, melainkan mengampuni. Jusuf mengatakan : “ Jangan takut sebab aku inikah pengganti Allah ? memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga. demikianlah Jusuf menghiburkan saudara-saudaranya dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya. “.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Dari kedua nats Firman Tuhan yang menjadi renungan kita pada minggu ini, kita diajari untuk menjadi :

  • Teman bagi sesama bukan musuh bagi sesama. Hal ini dapat terjadi jika ada sikap penerimaan dalam keperbagaian dan keperbedaan baik cara berpikir maupun dalam perbuatan. Sampai saat ini ditengah-tengah gereja mungkin masih kita dapati ada perbedaan : ada orang yang berpandangan luas dan orang berpandangan sempit, ada yang memantangkan makanan tertentu ( misalnya : tidak makan darah, daging ) dan ada yang melakukan puasa pada hari-hari tertentu. Janganlah saling mencela dan menghakimi. Hak mengadili itu milik Allah saja.
  • Saat situasi kehidupan sedang berat jangan menjadi takut tetapi tetap berharap kepada Tuhan sang pemberi jalan keluar. Cara Tuhan tak terselami untuk membawa kita kepada kebaikan. Yeremia 10 : 23 “ Aku Tahu, ya Tuhan, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.” Tuhan yang merekakan semua menjadi kebaikan bagi orang yang percaya kepadaNya. Ada kisah nyata yang saya baca di chats dari teman berupa renungan, seperti berikut ini : Dulu Alabama dikenal sebagai negara bagian penghasil kapas terbesar di Amerika serikat. Suatu hari seekor kumbang kapas Meksiko terbawa ke Alabama. Disana kumbang ini membuat koloni kumbang pemusnah kapas, sehingga perkebunan kapas Alabama musnah. Dalam waktu yang relative singkat semuanya ludes. Penduduk Alabama bingung dan frustasi oleh masalah ini, karena mata pencaharian mereka lenyap tak berbekas. Namun beberapa tahun kemudian, penduduk Alabama sepakat mendirikan sebuah tugu peringatan dengan Maskot si Kumbang Kapas. Bagaimana bisa ? Kumbang yang menyebabkan kesulitan perekonomian menjadi Maskot kota Alabama, ternyata telah membuat mereka beralih dengan mencoba menanam buah dan sayur, hasilnya ternyata sangat menakjubkan. Alabama yang dulu terkenal penghasil kapas kini berubah menjadi penghasil buah dan sayur terbesar di Amerika. Firman Tuhan dalam introitus mengatakan : kuatkan dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang berharap kepada Tuhan ( Mazmur 31:25 ). Apapun pergumulan dan persoalan kita saat ini tetap berharap kepada Tuhan saja, percaya bahwa Tuhan menopang kita serta memberi jalan keluar, Mazmur 145 : 4 “ Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk “.
  • Perkataan haruslah menjadi berkat bagi orang lain, ucapan bukan untuk menghakimi ( Judge ). Seperti Jusuf dalam perkataannya dia menenangkan hati saudaranya yang takut. Ilustrasi : Ada seorang yang sedang dirawat di Rumah sakit, di besuk oleh temannya dengan tujuan kehadirannya memberikan kekuatan dan menyenangkan bagi yang sakit. Namun yang terjadi sebaliknya, menjadikan si sakit takut dan tidak tenang karena temannya itu berkata : kalau ibunya juga sakit seperti itu dulu akhirnya mati, ruang rawatnya dan tempat tidur yang ditempatinya saat ini persis adalah tempat ibunya di rawat, dokter yang menanganinya adalah sama dengan yang menangani ibunya tapi tidak selamat. Ilustrasi ini hanya mau menggambarkan bahwa perkataan yang tidak menenangkan pada situasi yang sedang sakit. Bukankah akan lebih bijak sekiranya mengajak yang sakit berdoa dan berharap kepada Tuhan, serta mengatakan “cepat sembuh ya , Tuhan memberkati.“ Saudara-saudara, jadikan perkataan kita menjadi berkat bagi orang lain, memberi arti serta berguna menenangkan hati. Amin

Pdt Karvintaria br Ginting, STh
GBKP Runggun Cijantung, Klasis Jakarta Bandung
HP : 08126359640

Read more >>

Renungan / Khotbah Yehezkiel 33:1-7, Minggu 7 September 2014

Introitus : 
Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

Bacaan : Roma 13 : 8 – 14 (Tunggal); Khotbah : Yehezkiel 33 : 1 – 7

Thema : 
Tuhan Telah Memilih Kamu Menjadi Penjaga

Saudara-saudari dalam Kristus Tuhan,
Hari ini merupakan hari penobatan yang sangat penting bagi kita sema sebagai anak-anak Tuhan. Mengapa? Karena Tuhan memberi kepercayaan yang sangat besar bagi kita untuk menjadi “body guard” atau sang penjaga. Tidak semua orang bisa menjadi penjaga yang benar. Mari kita melihat sedikit tentang orang-orang yang diangkat menjadi pengawal presiden dan wakil presiden (atau di USA disebut dengan Secret Service) dan di USA sendiri usia Secret Service ini sudah cukup tua (berdiri tahun 1865). Sebagai seorang pengawal, bukan hanya dibutuhkan badan besar dan tenaga yang sangat kuat. Tapi juga dibutuhkan kepandaian, kesetiaan dan juga keberanian untuk memberikan rasa aman bagi yang dijaganya. Menjadi seorang “penjaga” atau pengawal ini dibutuhkan seleksi dan kemudian pelatihan khusus. Dan kelihatan sekali ketika pernah salah satu Presiden Amerika dating ke Indonesia; kita “agak tersinggung” karena Presiden Amerika lebih percaya pada pengawalnya ketimbang apa yang sudah dipersiapkan Pemerintah RI. Nah, sekarang kita diangkat bukan untuk hanya satu atau dua orang; tapi kita diangkat untuk menjaga anak-anak Tuhan. Beratkah tugas ini? Jujur saja, pasti sangatlah berat. Tapi mampukah kita? Saya akan mengatakan bukan hanya mampu tapi sangat mampu. Namun pasti ada persyaratannya. Apa itu? Inilah yang kita akan bahas pada minggu ini.

Saudara-saudari yang dipilih oleh Tuhan,
Menjadi penjaga atas umat Tuhan, memang menjadi topik yang sepertinya sangat sulit untuk mewujudkannya. Mengapa? Karena kita akan mengatakan untuk menjaga diri kita untuk tidak jatuh dalam dosa saja kita sering gagal. Apalagi untuk menjaga anak-anak Tuhan agar tidak keluar dari jangkauan Tuhan. Wow….. susah dan repot kali. Tapi mari kita kembali menelaah isi bacaan di kitab Yehezkiel. Intinya : Allah menginginkan untuk membersihkan bumi ini dan mengisinya dengan anak-anakNya. Ada 2 (dua) benda yang berulangkali disebutkan yakni Pedang dan Sangkakala. Pedang adalah gambaran dari “hukuman” yang hendak Tuhan jatuhkan bagi manusia; sedangkan Sangkakala adalah gambaran “peringatan” yang diberikan kepada manusia untuk dipakai dan disuarakan bagi anak-anak Tuhan. Barang siapa yang mendengar suara sangkakala namun mengabaikannya maka dia akan mati. Namun barang siapa yang mendengar suara sangkakala lalu mengikutinya maka ia akan terhindar dari hukuman Tuhan. Namun bagi sang penjaga: pemberian sangkakala bisa menjadi “bumerang” apabila sangkakala itu hanya disimpan. Apa arti semua ini?

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Tuhan Allah sepanjang sejarah kehidupan manusia akan tetap melakukan upaya penyelamatan bagi umatNya. Dia tidak pernah menginginkan agar umatNya mendapatkan murkaNYa. BagiNya keselamatan adalah harga mutlak yang harus tetap ditawarkan bagi umatNya. Namun sering dan terlalu banyak kisah Alkitab dan bahkan realita kehidupan sekarang di mana manusia lebih memilih “hukuman Tuhan:” ketimbang “kasih Tuhan”. Jalan kebenaran mulai dari jaman nabi-nabi hingga kelahiran, hidup dan karya Yesus, bahkan setelahnya (yang disebut dengan aman para rasul) bahkah hingga saat ini dengan semakin bertambahnya jumlah gereja dan para pelayannya tetaplah diperdengarkan. Namun realitanya, banyak anak-anak Tuhan mengubah dirinya menjadi anak-anak dunia yang akhirnya hanya berbuahkan celaka. Dari beberapa kali bangsa Israel dibuang ke pengasingan hingga saat ini munculnya sifat-sifat hedonis, konsumeris, individualis, bahkan menganggap mendekat pada Tuhan adalah tindakan yang sia-sia tetaplah terjadi.

Bersyukurnya kita karena sampai saat ini juga Tuhan masih memberi beberapa kali kesempatan dan bahkan tetap member kesempatan hingga saatnya “hari penghakiman” tiba. Nah… disinilah peran “penjaga” tadi menjadi sesuatu yang sangat penting. Memberitakan dan senantiasa mengingatkan anak-anak Tuhan untuk tetap di “jalan Tuhan” adalah bahagian tugas menjaga. Mengingatkan dan memanggil ulang “anak-anak Tuhan” yang telah tersesat adalah tugas yang juga tidak dapat diabaikan. Lalu apa hubungan antara menjadi “penjaga yang handal” dengan khotbah minggu ini. Bila menjadi anggota Secret Service harus melalui proses seleksi, demikian juga Tuhan sudah menyeleksi kita semua dan menyatakan bahwa kita semua layak untuk menjadi “penjaga umat”. Namun bila setelah dinyatakan lulus sebagai anggota secret service namun alam menjalankan tugas tidak sesuai dengan arahan dan aturan bahkan tidak pernah melatih kecakapannya, maka dapat dipastikan ia akan dikeluarkan. Demikian juga sebagai “penjaga umat”, perilaku kita sebagai anak-anak Tuhan harus bisa meyakinkan orang lain sehingga mereka menaruh rasa percaya pada kita. Namun bila kita berjalan dan berperilaku jauh dari “harapan Tuhan dan umat” maka kita juga akan tereliminasi. Bahkan ketika setiap apa yang Tuhan sudah anugrahkan bagi kita (memberitakan dan mengingatkan) tidak dipakai maka kita akan dijadikan sebagai sasaran kemarahan Tuhan. Dan pasti sebagai hukuman atas kelalaian itu bukan sekedar “dikeluarkan” sebagai “penjaga umat” namun akan mendapatkan kematian.

Akhirnya, mendapat anugrah, bukan hanya sebagai sebuah berkah tanpa kerja dan pertanggungjawaban. Tapi mendapat berkah adalah amanah yang senantiasa harus diamalkan. Ada sebuah lagu yang mungkin bias menguatkan kita : Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil…. Memanggil saya dan kau… Lihat di sana Tuhan Yesus menunggu…. Menunggu saya dan kau…..dst…. Amin

Pdt. Benhard Roy Calvyn Munthe
081361131151

Read more >>

Tuesday, 5 August 2014

Renungan / Khotbah Matius 16:21-28, Minggu 31 Agustus 2014

Introitus : 
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku

Bacaan : Yeremia 15:15-21 ( Tunggal ); Khotbah : Matius 16:21-28 ( Tunggal )

Tema : Ikutkanlah Yesus

Pendahuluan
Perikop ini kita sebut juga suatu nubuatan Yesus. Ketiga Injil Sinopsis memberitakan peristiwa pemberitaan tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikuti Dia (bdk. Markus 8:31-9:1 ; Lukas 9:22-27). Kita lebih menangkap arti dari ucapan Yesus disini apabila mengaitkannya dengan pengakuan Petrus di ayat-ayat sebelumnya. Dan jelas terlihat bahwa Yesus menghubungkan Mesias dengan penderitaan yang akan dialaminya sebagaimana tertulis dalam Yesaya pasal 53. selanjutnya Yesus memberikan kriteria mengikuti Dia serta bagaimana konsekwensi/akibat penolakan terhadap Yesus.

Pendalaman Nats
Kita dapat membuat suatu pembagian ayat-ayat menurut isinya :
Ayat 21 : Yesus bernubuat berbicara tentang masa depan diriNya sebagai Mesias, sebagai Anak Manusia yang harus menerima siksaan bahkan mati sebagai upah dosa manusia berdosa. Penolakan dirinya justeru datang dari orang-orang yang menyebut diri bangsa/umat pilihan Allah atau umat perjanjian yaitu tua-tua, imam-imam kepala dan ahli Taurat dikatakan secara terbuka.

Ayat 22 : Reaksi murid (Petrus), dia sangat terkejut dan tidak dapat menerima ucapan Yesus, sebab gurunya memiliki power atau kuasa yang telah disaksikan, berbagai mujizat penyembuhan, peneduhan angin ribut, segala masalah berat dapat dibereskanNya. Petrus tidak mau gurunya menerima penderitaan itu apalagi maut.

Ayat 23 : Yesus marah besar kepada Petrus atas tanggapan serta bujukannya sebab apa yang dikatakanNya adalah kehendak BapaNya, sesuai dengan rencana Allah untuk menyelamatkan dunia. Inilah yang bertentangan dengan logika dunia, namun sejajar dengan nubuat Yesaya pasal 53 tadi. Yesus menghardik Petrus, muridNya.

Hal yang seperti ini bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari di mana iblis memakai sahabat, teman atau saudara terdekat untuk menjauhkan kita bahkan memisahkan kita dari kehendak Allah. Terlihat bahwa Petrus seperti orang baik, ingin menghindarkan sang Guru dari kesulitan atau penderitaan atau kematian. Namun jalan Tuhan bukanlah jalan manusia : setinggi langit dari bumi.(Yesaya 55:8-9)

Ayat 24-25 : Yesus berbicara tentang syarat-syarat mengikuti Dia. Dari ayat ini kita melihat persyaratan yang di buat Yesus :

Tak seorangpun boleh berkata bahwa dia pengikut Yesus, bilamana mempunyai pemahaman yang salah terhadap Yesus.

Yesus tidak mengatakan bahwa semua akan mudah, gampang setelah mengikuti Dia, justeru hal ini ternyata dari perkataanNya :
• Melupakan kepentingan sendiri (egoisme)
• Memikul salibNya setiap hari
• Rela berkorban untuk Yesus setiap hari (setia dan jujur)

Setiap orang yang berperilaku demikian akan selamat (safety)
Ayat 26-28 : Yesus memberi pengertian akan arti/makna dan tujuan hidup dan bahayanya bila tidak mau mendengarkan Firman Tuhan. Hanya kepintaran, kekuasaan dunia tidak dapat menyelamatkan. Disini Yesus mau mengutarakan makna kehadiranNya yang memberi makna hidup manusia dan memberikan jaminan keselamatan itu sendiri. Yesus menubuatkan tentang kedatanganNya kelak. KedatanganNya bukan lagi seperti yang pertama; datang dalam kemiskinan, kehinaan. Tetapi Ia datang dengan kemuliaan. Orang-orang yang tidak mau mengakui Anak Manusia, ketika Yesus berada di bumi jelas akan ditolak oleh Yesus.

Dari kisah ini kita mendapat pelajaran yang sangat berguna, yakni:
Iblis sangat pintar dan bijaksana, memakai kesempatan yang justeru memanfaatkan teman sahabat atau saudara terdekat untuk memberi saran, membujuk agar menolak atau menerima sesuatu agar terhindar dari suatu kesulitan/penderitaan hidup, dengan menawarkan kemudahan, kesenangan, harta dunia, seperti layaknya orang yang sangat mengasihi kita, dengan menyimpang dari Firman Tuhan (bdn. Kisah Ayub)

Teologia Salib, inilah jalan Yesus Kristus. PengikutNya tentu juga harus menjalaninya sesuai Firman Tuhan, “Pikul salib dan ikutilah Aku”. Sebab Yesus Kristuslah sang Mesias yang ditolak, menderita sengsara dan mati dalam kesetiaan. Yesus Mesiaslah yang menang, yang bangkit dan kembali kepada kemuliaanNya.

Suatu pernyataan kuasa diberikan kepada Petrus dan juga kepada kita pengikutnya, agar jujur dan patuh akan kehendak Allah. Setiap orangyang tidak mengakui Dia dan tidak berbuat seturut dengan FirmanNya akan ditolak pada kedatanganNya kedua kali.

Renungan/Aplikasi
  1. Apakah maksud Yesus memberitakan bahwa Dia akan mengalami penolakan, kesengsaraan dan bahkan kematian?
  2. Untuk siapakah kriteria mengikuti Yesus ditujukan?

Yesus memberitahukan hal penolakan dan penderitaan serta kematian kepada para murid dengan maksud:
Bahwa Mesias yang datang itu adalah Anak Manusia yaitu Yesus Kristus sendiri yang harus menanggung beban berat yaitu penolakan. Mesias yang datang itu tidak sesuai atau berbeda dengan pengharapan orang Yahudi yang berharap Mesias itu datang dalam kemuliaan, kekuatan, wibawa yang menempatkan Israel menjadi pemimpin dunia, pemimpin politis.
S
upaya para murid mempersiapkan diri dengan situasi yang berbeda dengan keinginan hari dan pikiran mereka serta ujian bahi mereka apakah masih setia kepadaNya. Yesus juga mau menyatakan bahwa dengan mengikut dia tidaklah semua menjadi mudah, gampang dan hanya bersenang-senang (lihat bahan bacaan Yeremia 15:15-21). Justeru mengikut Yesus menghadapi banyak rintangan, penolakan. Mengikut Yesus ada konsekwensi yang harus diterima, diemban.

Penolakan, kesengsaraan, kematian di dunia bukanlah akhir dari segalanya, tetapi Yesus akan bangkit lagi, hidup, serta kembali ke Sorga dan bahkan akan datang ke dunia dalam kemuliaan sorgawi untuk menghakimi dunia dan memberi ganjaran sesuai dengan pengakuan dan perbuatan manusia semasa hidupnya.

Kriteria atau syarat mengikuti Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan Juru Selamat agar berpedoman kepada ucapan Yesus, yaitu:
• Melupakan kepentingan diri sendiri (egoisme)
• Memikul salibNya setiap hari
• Rela berkorban untuk Yesus dan Injil

Semuanya ini harus dilakukan agar Yesus tidak menolak kita, ketika Dia datang untuk kedua kali (parousia).
Untuk kita para pengikut Kristus pada masa kini, nubuat Yesus tentang penolakan, penderitaan, kematian, dan kebangkitanNya dalam perikop ini telah terwujud. Ia merupakan fakta kebenaran sejarah yang direkam dalam Injil. Dan kini kita menantikan pemenuhan tentang nubuat kedatanganNya yang kedua. Karena itu marilah kita mempersiapkan diri dan menanti kedatanganNya dengan tekun dan setia, agar Yesus Kristus menerima kita. Sebab keselamatan bersumber dari pengakuan kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, yang harus disertai kehidupan yang seturut dengan Firman, teladan, dan janji Tuhan Yesus Kristus di kala susah dan senang sebagai bukti kesetiaan dan kasih pengikutNya.

Pdt. Abdi E. Sebayang, M.Th
GBKP Depok Lenteng Agung

Read more >>

Renungan / Khotbah Roma 12:1-8, Minggu 24 Agustus 2014

Introitus : 
Karena itu perhatikanlah dengan seksama,bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif (Epesus 5 : 15).

Bacaan : Jesaya 51 : 1 - 6(responsoria); Khotbah : Roma 12 : 1 - 8 (tunggal).

Tema : Perbaharuilah budimu.

Saudara saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,
Seringkali orang menganggap kalau memberikan persembahan adalahlah berbentuk materi yang kita lakukan pada hari minggu,yaitu persembahan ucapan syukur,persembahan persepuluhan,persembahan korban bakaran yang ada diperjanjian lama,dan persembahan persembahan yang lainnya. Disamping persembahan yang disebutkan diatas,ada persembahan seperti yang disebutkan didalam Roma 12 : 1-2, Karena itu saudara saudara demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu,supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup,dan nasihat nasihat supaya orang yang percaya kepada Yesus hidup menurut kehendah Allah. Nasihat ini diberikan R Paulus karena mengingat kasih kemurahan Allah yang rela mati dikayu salib untuk menyelamatkan manusia yang percaya kepadaNya. KasihNya yang tidak memperhitungkan kesalahan manusia,kasihNya yang sangat mendalam kepada manusia supaya manusia tidak mati karena dosa dosanya,tapi mereka diampuni dan memperoleh keselamatan dari Tuhan. Karena kemurahan Allah itu,maka manusia tidak akan bisa membalas sesuai dengan pengobanan Yesus,oleh karena itu manusia yang sudah diselamatkan oleh Tuhan akan memberikan persembahan yang sejati yaitu mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup yang berkenan bagi Tuhan. Mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup maksutnya,segala perbuatan dan ucapan kita sesuai dengan kehendak Tuhan.Sebagai contoh : Seorang yang berkerja pada satu perusahan,sebelum dia berangkat dia berdoa terlebih dahulu,tidak terlambat sampai di tempat kerja,bekerja dengan bertanggungjawab,terpercaya,jujur dan mengasihi. Pada waktu Kebaktian,dia tidak lupa kebaktian,waktu Pjj dia tidak lupa Pjj,mau berbagi bagi untuk menolong orang lain dan menjadi berkat di tengah tengah keluarga,masyarakat dan pekerjaannya. Jangan menjadi serupa dengan dunia yang penuh kemunafikan,yang memutar balikkan kebenaran menjadi kejahatan dan sebaliknya,tapi berubahlah dengan jalan memberi diri diperbaharui oleh Yesus Kristus. Memang manusia hidup di tengah tengah masyarakat yang penuh dengan kemunafikan/dosa,tapi sebagai orang percaya jangan sempat kita dikuasai oleh dosa itu,ibarat kapal yang berada ditengah tengah laut,jangan sempat air laut berlebihan masuk kedalam kapal itu,kalau air laut masuk berlebihan kedalam kapal maka kapal akan menjadi tenggelam.Demikian juga manusia yang percaya walaupun tempatnya ditengah tengah dunia yang penuh kejahatan ini,tetaplah mau memberi diri diperbaharui oleh Allah.

Sdr2 yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Allah memberikan kita karunia yang berbeda beda,sebab sama seperti satu tubuh,kita mempunyai banyak anggota,tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama,demikian juga kita,walaupun banyak adalah satu tubuh didalam Kristus. Oleh karena itu,pakaikanlah karunia karunia itu untuk membangun tubuh Kristus,walaupun karunia yang kita miliki berbeda,tapi semuanya untuk saling melengkapi,saling menolong.Jika karunia diberikan Tuhan untuk melayani,lakukanlah itu dengan pebuh tanggungjawab,jika karunia diberikan untuk bersaksi,lakukanlah itu dengan baik,jika karunia diberikan untuk menasihati lakukanlah itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Jadi diantara semua karunia yang diberikan Tuhan kepada kita,tidak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah,tapi semuanya saling membutuhkan dan melengkapi.Janganlah kiranya yang punya karunia berkhotbah menganggap dirinya lebih tinggi atau lebih hebat dari yang talentanya bernyanyi memuji Tuhan,atau karunia mengajar menyepelekan terhadap orang yang punya karunia melayani seperti simarta,tentu kalau tidak ada karunia seperti karunia simarta maka kita akan kelaparan,kalau tidak ada karunia menjadi tukang pangkas maka rambut kita (laki laki dan perempuan menjadi panjang semua),kalau tidak ada karunia menjadi tukang sapu gereja maka gereja kita menjadi tidak nyaman, Oleh karena itu orang percaya tidaklah boleh menganggap dirinya lebih hebat,lebih baik dari orang lain,tetapi hendaklah kamu berfikir begitu rupa,sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman yang dikaruniakan Allah kepada orang orang percaya.

Aplikasi.
Didalam kehidupan manusia selalu banyak tantangan untuk menjalankan kehendak Tuhan,tapi mari kita selalu mau mengoreksi diri kita supaya kita memberi diri diperbaharui oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Tentu ada yang selalu mempengaruhi hidup kita sehingga kita hidup seperti dunia ini,kadang kita tidak sadar bahwa kita sudah dipengaruhi oleh dunia ini,sehingga kita menjadi serupa dengan dunia ini. Baik didalam pekerjaan kita dikantor,digereja,dan ditengah tengah masyarakat,kita dibawa arus agar serupa dengan dunia ini,ketidak jujuran,ketidak adilan,bohong,korupsi dan lain lain,dengan tidak sengaja kadang kita sudah dipengaruhi oileh dunia ini.

Marilah kita tetap menjaga hubungan kita dengan Allah,agar kita selalu di ingatkan untuk memperbaharui diri yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Pdt. Ediwati Br Ginting
GBKP Rg. Bogor

Read more >>

Renungan / Khotbah Mazmur 67:2-8, Minggu 17 Agustus 2014

Introitus : 
Hai langit teteskanlah keadilan dari langitdan baiklah awan-awan mencurahkannya!. Baiklah bumi membukakan diri dan bertunaskan keselamatan, dan baiklah ditumbuhkannya keadilan!. Akulah Tuhan yang menciptakan semuanya ini. Yesaya 45 : 8

Ogen : Matius 16 : 13 – 20; Khotbah : Mazmur 67 : 2 - 8

Tema : Hai Bangsa-bangsa Pujilah Tuhan


“Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya”.
Inilah bagian lagu kebangsaan kita. MERDEKA…..

Saudara saat ini kini, dalam keadaan seperti ini masihkah layak disebut Indonesia Raya??? Bukankah lebih tepat disebut , maaf , “Indonesia Rayung” , dan kita juga sering mendengar, Kata “Merdeka” juga dipelesetkan menjadi “Murdeka”, Bhineka Tungkal Ika dipelesetkan “bene ka Tunggaling ka”.

Peringatan kemerdekaan yang ke 69 ini kembali mengingatkan kita bahwa Perjuangan menjadikan Indonesia merdeka bukanlah hal yang mudah, kekuatan peralatan perang lawan dihadapi dengan “bambu rucing” , patutlah kiranya berterimakasih kepada para pejuang kita yang telah mengorbankan dirinya demi Indonesia raya ini, dan lebih dari itu patutlah kita memuji Tuhan atas kemerdekaan ini, Kemerdekaan ini adalah Berkat Tuhan yang dicurahkan bangi bangsa kita Indonesia. Untuk itu marilah kita serukan; hai bangsa Indonesia Pujilah Tuhan, Hai para peminpim jaga dan pertahankanlah Indonesia Raya ini.

Melalui Mazmur 67 ini kami melihat ada 3 bagian, doa dan harapan kita untuk mengembalikan “Indonesia Raya”

Pertama: Kiranya bangsa-bangsa mengenal jalan Allah.

Mengenal Allah sesungguhnya dan jalanNya tidaklah hal yang mudah, butuh suatu proses yang kadang kala sangat panjang sekali. Butuh perenungan, butuh persekutuan. Butuh Iman. Bdk. Pengakuan Petrus pada Bacaan kita minggu ini.

Mengenal jalan Allah berarti berjalan dijalan Allah, Hidup dijalan Allah, berserah kepada tuntunan Tuhan walaupun hal tersebut tidak sesuai dengan yang kita pikirkan.

Bagaimanakah caranya supaya bangsa-bangsa lain mengenal Allah? Yaitu dengan umat Israel membagi berkat-berkat yang mereka terima kepada bangsa-bangsa lain. Demikian juga sesama kita dapat menerima berkat dari Tuhan Yesus, kalau kita membagikannya dengan mereka.

Kedua: Kiranya bangsa-bangsa mengakui pemerintahan Allah.

Bangsa bangsa diajak bersyukur kepada Tuhan, seperti umat Israel sendiri, karena mereka pun mengalami dan mengakui karya keselamatan yang Tuhan lakukan

Mengakui pemerintahan Allah bukan berarti tidak mengakui pemerintahan yang ada, pemerintahan dimana kita hidup, namun diatas pemerintahan yang ada, Allah-lah yang memerintah. Harus kita sadari bahwa tanpa kuasa Allah kuasa-kuasa dunia akan berakhir dalam kefanaan. Hanya kuasa Allah-lah yang kekal.

Ketiga : Kiranya hasil bumi diterima sebagai pemberian Tuhan yang patut dipuji.

Mazmur ini merupakan nyanyian syukur atas segala berkat Allah yang diberikan kepada bangsa Israel pada perayaan panen raya. Pada perayaan ini, mereka berkumpul dari seluruh wilayah untuk bersyukur dan berdoa memohon agar berkat yang mereka terima dapat menghasilkan dampak yang lebih besar kepada bangsa-bangsa lain.

Inilah suatu nyanyian syukur yang mewarisi panggilan Abraham, diberkati untuk menjadi berkat bagi segala kaum di muka bumi

Berkat yang diterima bangsa pilihan Allah, seharusnya menjadi kesaksian bagi dunia agar dunia mengenal Allah (ayat 3). Sebab bangsa-bangsa lain pun perlu mengenal Allah. Mereka juga membutuhkan kasih karunia-Nya. Selanjutnya dari mulut bangsa-bangsa akan mengalir puji-pujian kepada Allah, karena mereka mengetahui bahwa Dialah Allah dan Dia berkuasa (ayat 4-6).

Saudara diakhir renungan kita Minggu ini, yang berketepatan dengan Dirgahayu 69 Indonesia, mari demi kecintaan kita bagi bangsa kita ini kita lepaskan berkat seperti berkat yang diucapkan Imam didalam Nats kita ini :

Tuhan memberkati dan melindungi engkau (Indonesia)
Tuhan menyinari engkau (Indonesia) dengan wajahNya dan memberi engkau(Indonesia) kasih karunia
Tuhan menghadapkan wajahNya kepadamu(Indonesia) dan memberi engkau (Indonesia) damai sejahtera.

Sebagi Penutup kami mengajak kita bersyukur melalui nyanyian Kidung Jemaat No. 337. “BETAPA KITA TIDAK BERSYUKUR”
Betapa kita tidak bersyukur, bertanah air kaya dan subur
Lautnya luas gunungnya megah, menghijau padang bukit dan lembah
Itu semua berkat karunia, Allah yang agung maha kuasa
Itu semua berkat karunia, Allah yang agung maha kuasa.

Pdt. Iswan Ginting Manik,M.Div
GBKP CILILITAN – Jakarta Timur
HP. 081371855839

Read more >>