Saturday, 27 September 2014

Renungan / Khotbah Yesaya 5:1-7, Minggu 5 Oktober 2014

Introitus : 
Mengapa Engkau menarik kembali tangan-Mu, menaruh tangan kanan-Mu di dada?/ Engkai maka la kami isampatiNdu? Engkai maka ipelepasNdu saja kami? (Mazmur 74:11)

Bacan : Filipi 3:4b-14 (Tunggal); Khotbah : Yesaya 5:1-7 (Antiphonal)

Tema : 
Hasilkanlah Buah Yang Baik Dan Manis Dalam Perbuatanmu/
Meramis Dingen Entebulah Buah Perbahanenndu


Pengantar
Kita sering mendengar celotehan-celotehan “yang tidak dapat dibina lebih baik binasakan saja”, karena buang-buang waktu, tenaga pikiran dan biaya dan akhirnya bisa membaawa kebinasaan. Istilah dalam suku karo “Labo terpegedang-gedang jambe la ertangke, pegedang pe nimai macikna nge”.

Demikian diilustrasikan tentang kehidupan bangsa Israel, seperti kebun anggur yang telah di berikan perawatan yang maksimal, yang menggambarkan bagaimana Allah telah berusaha sedapat mungkin untuk menjadikan Yehuda bangsa yang benar dan produktif. Tetapi ketika mereka tidak dapat menghargai semua perbuatan Tuhan, mereka gagal menjadi apa yang diinginkan oleh Tuhan barulah Tuhan akan membinasakan mereka. Seperti soerang tukang kebun membinasakan kebun mereka yang tidak mengahasilkan buah yang baik.

Coba kita bayangkan apa yang akan kita rasakan apabila kita menanam pohon buah-buahan tetapi tidak menghasilkan buah yang lebat dan manis ? pasti ada kekecewaan, tetapi apakah kita berhenti pada titik kekecewaan...? Melalui naskah renungan kita hari ini Yesaya 5:1-7, mari kita mendalami bagaimana perasaan pemilik kebun jika kebun tidak menghasilkan buah yang baik dan lebat ?

Isi
Yesaya mengilustrasikan bangsa Israel sebagai kebun anggur. Yesaya sebagai penyair kisah ini melambangkan dirinya memiliki “kekasih” yang memiliki kebun anggur. Siapakah kekasih Yesaya itu ? dia adalah pemilik kebun anggur, kalau kta berbicara tentang pemilik tentu kita dapat mengerti bahwa Tuhanlah pemilik segala sesuatunya, dengan demikian yang di maksud Yesaya kekasihku adalah Tuhan.
Mengapa Yesaya mengiluterasikan israel sebagai kebun anggur ?
  1. Anggur adalah tanaman yang sangat dikenal oleh orang Israel
  2. Anggur adalah tanaman yang sangat diminati setiap umat yang hidup di zaman itu, karena anggur adalah lambang berkat Tuhan, bahkan tradisi minuman dipesta “anggur” tidak bisa ketinggalan (bdk. Yoh 2:1-11)

Cerita tentang pemilik kebun ini dianggakt oleh Yesaya untuk menggambarkan bagaimana serius dan bertanggungjawabnya pemilik kebun untuk mengusahai kebunnya. Ia memilih lokasi “di lereng bukit yang subur”, Ia mencangkul dan membuang batu-batunya dan menanaminya dengan bibit pilihan. Batu adalah salah satu tantangan bagi tumbuhan untuk bertumbuh dengan baik, karena di samping tidak dapat di tembus oleh akar (menghambat pertumbuhan akar) dan juga mengurangi zat hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan.

Kesaksian Alkitab menyatakan bahwa “Tanah kanaan yang berlimpah susu dan madu” adalah tanah yang diberikan oleh Tuhan bagi umat Israel ketika Dia memanggil Abraham keluar dari kampung halamannya, inilah yang di juluki dengan bukit Zion atau di nats ini dikatakan dengan lereng bukit yang subur. Tuhan sendiri yang menyiapkan tanah itu supaya dapat memberikan kehidupan. Istilah “pokok Anggur pilihan” kesaksian Alkitab bahwa umat Israel adalah bangsa pilihan (bdk. I Petrus 2:9).

Secara logika kita berpikir dengan lokasi yang baik, tanah yang subur, perawatan yang baik dan bibit yang baik....apa mungkin tanaman itu tidak mengahasilkan buah yang banyak baik dan manis ?
Sehingga di langkah berikutnya di perlukan “menara penjaga” supaya tidak ada yang mengganggu (merusak) tanaman itu atau pencuri memasukinya. Dengan keyakinan kebun itu pasti menghasilkan buah yang baik dan dijaga dari tengan-tangan yang dapat merusak dan mencurinya, sehingga pemilik kebun itu membangun tempat pemerasan (pengolahan), dia menantikan dengan penuh sukacita karena tidak ada sedikitpun di benaknya akan ada kegagalan.

Tetapi apa yang terjadi ? jauh dari apa yang diharapkan....mengecewakan....diharapkan buah yang baik lebat dan manis, tetapi yang diterima adalah buah yang asam.
Ay.3. tersirat bahwa ada keinginan pemilik kebun itu untuk memusnahkan kebunnya, tetapi agar dia tidak dikatakan tukang kebun yang tidak sabaran, tukang kebun yang kejam, emosian. Sehingga di a mengundang penduduk Yerusalem dan Yehuda menjadi “hakim” apakah dia yang salah kalau seadaiya kebun itu dia musnahkan. Seringkali dalam hidup ini kita mengatakan Allah itu tidak adil, Allah itu tidak peduli akan nasib kita...mengapa Tuhan mengijinkan penderitaan menerpa kehidupan ini.

Ay. 4. Pemilik kebun anggur itu mau mengatakan bahsa Dia sudah maksimal dalam perawatan kebun anggurnya....”apa lagi yang harus di perbuat, artinya segala usah sudah dilakukan, lalu Dia bertanya apa lagi yang belum Dia perbuat....

Dengan pertanyaan ini apa lagi yang mau dikatakan oleh Penduduk Yerusalem dan orang-orang Yehuda......? dengan segala perlakuan pemilik kebun yang sudah maksimal tetapi hasilnya yang mengecewakan....apakah tidak pantas kebun itu dimusnahkan ?
Kebun anggur itu adalah kehidupan umat Israel yang sangat mengecewakan hati Tuhan, dan Tuhan menubuatkan akan keruntuhan kerajaan Israel...

Ay. 5-6, Aku akan menebang pagar durinya, ini merupakan nubuatan tentang keruntuhan “Tembok Yerusalem” yang berdiri kokoh melindungi kota Yerusalem, dengan runtuhnya tembok Yerusalem bangsa ini akan dijajah, dirampas, dirusak dibiarkan terlantar dan akan menjadi tanah yang tandus. Perubahan dari tanah yang berlimpah susu dan madu menjadi tanah yang berlipah air mata dan tangisan (bdk. Yeremia 9:19 Sebab terdengar ratapan dari Sion: Wahai binasalah kami! Kami sangat dipermalukan! Sebab kami harus meninggalkan negeri ini, karena rumah-rumah kediaman kami dirobohkan orang)

Ay. 7, Kaum Israel dan orang Yehuda adalah bangsa pilihan Tuhan, umat kegemaranna atau kebanggan-Nya yang diharapkan untuk menciptakan keadilan tetapi yang ada kelaliman. Keadilan diperjualbelikan, janda-janda, anak yatim piatu diabaikan bahkan di manipulasi untuk mendapatkan keuntungan, orang-orang yang lemah justru diinjak-injak, sungguh umat ini mendukakan hati Tuhan. Tuhan menanti-nantikan kebenaran tetapi yang ada keonaran. Kekecewaan Tuhan akan kehidupan umatnya sehingga, melalui nabi Yesaya Dia menubuatkan akan kehancuran kerajaan Isarel.

Aplikasi
Kisah sedih kebun anggur ini mengingatkan kita, tentang nasib orang-orang yang tidak menghiraukan Firman Tuhan, terlebih kita yang sudah dipilih menjadi ahli waris kerajaan sorga, Tuhan sangat menaruh pengharapan yang besar bagi kita, untuk membawa keadilan, marilah kita menjauhkan diri dari tindakan kelaliman. Tuhan sangat merindukan kita untuk membawa kebenaran jadi marilah kita menjauhi tindakan-tindakan yang membuat keonaran.

Semakin besar kasih dan pengarapan yang di bebankan kepada kita sepadan dengan itu kebencian yang akan ditimbulkannya ketika kita tidak mampu memenuhi pengharapan itu (kalau kita mengecewakannya)
Marilah kita menghasilkan buah yang baik dalam prilaku kita agar kita dapat menyenangkan hati Tuhan, agar perlindungannya senantiasa menaungi kita, Dia tidak menarik tangan dan meletakkan-Nya di dada-Nya tetapi terus di ulurkan-Nya keatas kehidupan kita untuk memberkati seluruh kehidupan kita (bdk. Introitus).

Untuk mengasilkan buah yang baik dalam perbuatan, kita harus melepaskan diri dari hal-hal lahiriah, mencintai Yesus lebih dari segalanya (Bdk. Nats Bacaan Filipi 3:4b-7), dimana Paulus berpindah dari jalan “kesenangan” ke jalan “kebenaran”. Yang di maksud Paulus “keuntungan” itu yang kami maksud dengan jalan kesenangan dimana dia punya kuasa untuk membunuh pengikut Kristus, dia seorang yang berpengaruh dihormati. Tetapi semuanya itu justru merupakan kerugian karena pengenalannya akan Yesus. Pengenalan akan Yesus membawa dia berjalan dalam kebenaran, dimana dia harus menyangkal dirinya, dianiaya dan dipenjarakan bukan karena kesalahannya tetapi semata-mata demi imannya kepada Kristus. Menghasilkan buah yang baik melalui perbuatan harus mengalami perubahan yang radikal. Paulus sebelum mengikut Yesus adalah penganiaya tetapi setelah di dalam Yesus justru dia rela dianiaya, sebelum menjadi pengikut Yesusdia adalah seorang pembunuh, Paulus adalah aktor intelektual dalam kematian Istepanus tetapi setelah mengikut Yesus dia tidak takut mati.

Menghasilkan buah yang baik dalam perbuatan kita hanya dapat kita lakukan jika kita terus dekat dan melekat pada pohon anggur yang benar (bdk. Yoh. 15: 4)

Pdt. Saul Ginting
Rg. Klender

Read more >>

Renungan / Khotbah Matius 21:23-32, Minggu 28 September 2014

Introitus : 
 Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (Matius 7:24)

Bacaan : Yehezkiel 18:1-4; 25-32; Khotbah : Matius 21:23-32

Tema : Iyakan dan Jalankan Perintah Yesus

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Nats khotbah ini merupakan sebuah teguran dari Tuhan Yesus untuk para imam kepala dan tua-tua Yahudi yang masih meragukan kuasa Yesus, dan masih hidup dalam kemunafikan. Sebagai petinggi agama mereka hanya mengerti ajaran-ajaran Taurat TUHAN tetapi tidak melakukannya. Melalui perikop ini paling tidak ada dua hal bagaimanakah sikap sesorang mengiyakan dan menjalankan perintah Yesus?

1. Hidup dalam pengakuan kuasa Yesus
Jika ada sesorang yang merasa lebih benar, lebih baik, lebih pintar dan lebih layak untuk menerima kekuasaan dari pada orang lain, maka ketika ia melihat ada orang lain yang bisa melebihi ia dalam segala hal kemungkinan besar bisa timbul rasa iri hati pada dirinya. Dengan rasa iri hati yang semakin dalam mungkin ia akan mencoba untuk mencari jalan untuk menyingkirkan atau pun menjatuhkan reputasi orang tersebut. Begitulah yang terjadi dengan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi ketika melihat banyak kemampuan yang bisa dilakukan oleh Yesus, dalam berkhotbah/mengajar, menyucikan bait Allah dan mujizat yang dilakukan oleh Yesus (bnd. Matius 21:15, tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: Hosana bagi Anak Daud!” hati mereka sangat jengkel). Sehingga ketika Yesus masuk ke Bait Allah, para imam kepala dan tua-tua Yahudi mendatangi Yesus dan menanyakan kuasa apa yang dipakai oleh Yesus. Yesus mengetahui maksud dari pertanyaan mereka hanya untuk ‘menyudutkan’ Yesus. Maka Yesus membalikkan pertanyan kepada mereka “dari manakah (kuasa) baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?”. Sebenarnya mereka tahu kalau kuasa Yohanes dari sorga karena mereka adalah ahli dalam Taurat, tapi karena dari awal hendak menjebak Yesus maka mereka menjawab “kami tidak tahu”. Karena Yesus melihat kemunafikkan dan ketidakjujuran dalam diri mereka maka Yesus juga tidak memberitahukan kuasa apa yang ada pada Yesus. Walaupun sebenarnya mereka tahu kuasa apa yang ada pada Yesus, hanya saja mungkin karena Yesus berasal dari keluarga biasa dan mereka mengenal semua keluarganya (bnd. Matius 13:55) sehingga sulit bagi mereka untuk percaya kuasa Yesus berasal dari Sorga.

Sebagai pendengar Firman Allah janganlah kita hidup dalam kemunafikan yang terkadang dipakai untuk memberi rasa aman karena takut untuk menyatakan kebenaran Tuhan. Seperti yang dilakukan para imam kepala dan tua-tua Yahudi. Mereka lebih mengutamakan keamanan dirinya saja dari pada kebenaran kuasa yang ada pada Yesus.

2. Hidup dalam Pertobatan
Ketika Yesus melihat ketidakpuasan dan pura-pura tidak mengerti atas jawaban Yesus, maka Yesus kembali memberikan perumpamaan tentang dua orang anak laki-laki. Sebuah gambaran dua kelompok manusia yang ada di dunia ini. Pertama manusia yang mendengarkan perintah dan mengiyakan tapi tidak dilakukannya. Kedua manusia yang mendengarkan perintah tapi tidak mengiyakan pada awalnya tapi akhirnya dilakukanya karena sudah menyesal/bertobat (bnd. Yehezkiel 18:27-28, sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati).Melalui perumpamaan ini kembali mengingatkan kita siapa pun diminta supaya menjadi pelaku kehendak Allah/Yesus termasuk orang-orang berdosa, seperti pemungut cukai dan perempuan sundal. Menyesal dan percaya adalah langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk kita mampu melakukan perintah Allah/Yesus.

Dalam Matius 7:21 (Khotbah di Bukit), Yesus menegaskan jika hanya sebagai pendengar/ucapan tanpa melakukan kehendak Allah, tidak masuk surga. Yakobus dalam suratnya juga (Yak. 2:22) menekankan agar kita tidak hanya sebagai pendengar melainkan pelaku perintah Allah. Menurut seorang teolog, kerajaan Allah bukanlah Kerajaaan teori saja, tetapi sekaligus kerajaan yang dipraktikkan. Orang-orang percaya adalah pelaku, bukan penonton dan bukan hanya menjadi yang sekedar mengaku imannya. Contohnya sebuah pengakuan iman tidak hanya sekedar mengucapkan ‘Pengakuan Iman Rasuli’ di dalam kebaktian minggu. Pengakuan itu disertai dengan pelaksanaan. Pengakuan dengan mulut saja belum sempurna tapi harus dibarengi dengan melakukannya, itulah pertobatan.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Masalah yang sedang dihadapi gereja pada saat ini adalah tidak sejalannya kata dan perbuatan. Sering sekali pengakuan yang positif tidak sejalan dengan perbuatan yang positif. Padahal kerajaan Allah itu bukan tempat ‘pelayanan ucapan’ saja melainkan tempat bagi pelaku perintah Allah/Yesus. Hidup dalam pengakuan Kuasa Yesus dan Hidup dalam pertobatan adalah sebuah sikap untuk mampu menerima dan melakukan apa yang Allah kehendaki dalam hidup kita sebagai anak-anak Allah. Biarlah kita menjadi pelaku kehendak Allah, walau pun tidak mudah untuk melakukanya. Tapi satu hal yang pasti melalui nats khotbah ini menekankan kepada kita bahwa keselamatan bukan di peroleh melalui perbuatan kita, tetapi menerangkan bahwa anak-anak Allah adalah anak-anak yang melakukan perintah/kehendak Allah bukan hanya sekedar sudah tahu akan perintah Allah saja. Apa yang kita lakukan adalah buah iman, buah pertobatan kita (bnd. Yeh. 18:32). Dan dari buahnyalah sesorang dikenal sebagai pelaku perintah Allah atau hanya sebagai pendengar perintah Allah (bnd. Matius 7:24). Terimalah dan lakukanlah perintah Yesus yang datangnya dari Allah. Amin

Pdt. Mulianta E. Purba

Read more >>

Monday, 15 September 2014

Renungan / Khotbah 1 Yohanes 4:9-10, Pekan Doa Wari III, Selasa 23 September 2014

Introitus : 
Kataken bujur man TUHAN , sabap mehuli kal Ia, keleng ateNa tetap rasa lalap (Masmur 136 :1)

Ogen : Perngandungen 3:22-27; Khotbah : 1Yohanes 4:9-10

Tema : Keleng ate Dibata si la erkeri-kerin

Kata Perlebe
Kekelengen eme perasaan si turah ibas pusuh erkiteken sikerajengenna akapna (merasa memiliki). Kekelengen merupaken ukuren keteriketen pemilik ras si imilikina. Erbelinna ate hubungenna rasa memiliki maka erbelinna kekelngen e. Erbelinna kekelengen e maka erbelinna ka usaha guna njagai barang si kelengina gelah ula ceda, ula bene. Bahken guna njaga barang si aterna jadi e kesahna pe nggit ia ngasamkenca, bagi istilah nina : “jalan-jalan ke kota paris, banyak rumah berbaris-baris biar mati di ujung keris asal dapat si canttik manis”. Alu Alu ia mpertahanken kekelengenna i ijeme teridah kesetianna ras kekekelengen si la erkerti-kerin.

Ibas bahan Pekan Doanta wari si peteluken enda ngerana kita kerna Keleng ate Dibata si la serkeri-kerin. Tema enda menarik guan ibahas, erkiteken konsep keleng ate Dibata la serti ras konsep kekelengen si lit ibas manusia. Konsep kekelengen ibas manusia seri ras perukuren danak-danak... kai pe atena iberken...kai pe ilakokenna ola ilarang, sebab adi kune ilarang ras itegor (irawai) mis katakenna labo atendu keleng aku... mungkin mbue denga nge bage kalak Kristen maka perlu tema enda iangkatken.... memang sada pergumulen maun-maun uga kita nggejapkn kekelengen Tuhan si tetap e adi ibas kegeluhen e paksana kita ngenanami kiniseran...kecedan ate, amun-maun kiniseran e reh labo si gejap erkiteken kesalahenta ..... mbaru-mbaru enda rombongen Permata Tangerang lawes atena ku Kebayoran Lama er-PA terjadi kecelakaan lit permatata sekalak Diberu sidilo Dibata, rombogen gereja GBI puncak nari mengalami kecelakaan enterm si wafat....

Penungkunena man banta sekalak-sekalak.... tuhu nge si gejapken keleng ate Dibata e la erkeri-kerin ? Enda me si man bahasenta ibas pekan Doanta wari sipeteluken enda.

Pembahasen
Adi sipelajari isi Pustaka Sibadia, menaken Dibata njadiken doni enda enggo icidahkenna kekelengen si mbelin, sebab manusia ijadiken Dibata kenca kerina siiperluken manusia nggeluh leben ibahnanna, gelah manusia ndai banci nggluh ibas kecukupen kai pe la kurang. Keleng ate Dibata si mbelin pe isehkenna man manusia ibas ia mereken “kepercayaan” guna ngusahai ras njagai doni enda alu kata si deban manusia e iperlakuken masnusia si “merdeka”. Labo terukuri manuis si pertama soal “pendamping” kegeluhen epe enggo isikapken Dibata pasangen si sepadan, gelah banci ermeriah ukur guna ndalanken tugas ras tanggung jawabna. Lebih konkritna keleng ate Dibata man manusia ibas Ia nikapken sada taman ingan manusia ndai nggeluh, eme taman Eden. Ibas taman e entah piga ribu jenis buah-buahen ras sinuan-sinuan si banci ipan....sada kel ngenca si la banci ijemak entah ipan, em dasar manusia si la pernah puas ...si sada ndai pe “ijerngusna/isarutna” la ia ngasup ndalanken kai si kataken Dibata. Padahal enggho jelas ikataken Dibata adi jemak entah ipanndu mate me kam. Enda me awal pemberontaken manusia.

Aminna manusia la nagsup njaga “kemerdekaanna”, erkiteken sura-surana jadi seri ras Dibata amina manusia ndai enggo memberontak tapi kelen ate Dibata tetap icidahkenna. Aminna pe Dibata ngataken man manusia ndai ibas kam man buah batang kayu si lit ibas peken enda mate nge kam, tapi la semata-mata Adam ras Hawa ipematai Dibata, tapi iberekena kesempaten ngguluh, bahken Dibata menutup “aib (rasa mela) adam ras Hawa (Kej.3:21), janah ibas kisah enda ijelasken man banta maka aminna pe Dibata e tetap erkelng ate tapi dosa e tetap nge ndatken konsekwensi ibas Dibata nari.
Bageme adi siterusken si baca pusataka sibadia dosa e tambah wari tambah buena seh ibas zaman Nuh (kejadian 6:7 “, "Kusasapkenlah manusia si enggo Kujadiken e, bage pe kerina rubia-rubia ras perik-perik, sabap erkadiola Aku njadikenca kerina."), amin bage gia keleng ate Tuhan e tetap ka nge labo ikerikenna kel manusia e seh masap. Aminna pe dosa e terus nge ertambah-tambah bas kegeluhen enda tapi keleng ate Dibata tetap icidahken.

Yohanes 3:16 “Sabab bage pengkelengi Dibata doni enda, e maka iberekenNa AnakNa Sitonggal, gelah ola bene isie pe si tek man Bana, tapi gelah dat kegeluhen si tuhu-tuhu si la erkeri-kerin. Dalam rangka penyelamatern doni ernda maka “Ia sendiri reh ku doni renda” janah erpalasken Pilipi 2 ipeterukna ba-Na (nadingken Zona Aman), muat rupa seri ras manusia seri ras juak-juak janah mate i kayu Persilang.
Yohanes 15: 13 “ Labo lit keleng ate si belinen asangken keleng ate kalak si nggit ngasamken kesahna guna teman-temanna.” Bahken tole itambahi Paulus ibas suratna man kalak Roma pasal 5: 6-8 ”Yesus mate labo erkiteken manusia e enggo mehuli, tapi ibas dosa denga”.
Emaka ibas bahan Khotbahta jelas kel ikataken maka Gelah kita selamat iberekn-Na anakna si tonggal gelah kita nggeluh arah Ia. Erti kata tonggal eme istilah kalak jakarta enda “semata wayang” sada kel ngenca nina kalak karo....satu-satunya nina kalak Indonesia, ertina ban kelengna atena doni enda si karajangenna si “sada” e pe la Ia ertahan.
Keselamaten e labo erkiteken “usaha manusia” labo erkiteken kebujuren manusia ras labo erkiteken manusia enggo ngasup engkelengi Dibata. Tapi keselamatern e erkiteken Dibata si berinisiapif, Dibata si bertindak, Dibata si berkorban guna ndameken kita ras Dibata alu ngalemi dosa manusia.

Jadi arah kerina kesaksin Alkitab enda jelas kel man banta maka kekelengen Dibata e la erkeri-kerin. Pas bagi siikataken Ibas pengogenta keleng ate Tuhan e Bahas Indonesia (Baru Tiap pagi = mbaru tiap pagi ertina setiap wari special keleng ate Dibata man banta, pasu-pasu e la seri ras wari si nderbih aminna pe seri dahinta, la seri ras kalak si deban sebab kita pe la seri ras kalak si deban meka pang kita ngataken kita “special i mata Tuhan bage pe pasu-pasuna sue ras akap-Na pas man guna pribadinta.

Ibas paksa kita ngenanmi kegeluhen si la mengenakken...entah duka, entah perbeben maka banci si gejapken keleng ate Tuhan e la erkeri-kerin, bagi istilah-istilah si rusur si begi kita “ada pelangi sehabis hujan”, memang harus si sadari maka kai pe bas geluh enda labo terukuri kita....kitiksa takalta enda ngukuri perbahanen Dibata... gendeksa matata ngenehen wari si pagi (si langa reh), tapi yakinlah kita ibabo sie kerina Kuasa Dibata nge si la ersibar...si meteh kai si terjadi ibas arah lebe geluhta, guna memahami keleng ate Dibata kami ngandingken

Anak kami lit 2 Diberu, sintua agak mbur janah selera manna pe cukup tinggi. Si nomor diu agak kertang janah selera manna pe la lalit (imbang akapna nakan)

Adi anak sintua ilarang man maka ndele atena tapi anak si nomor dua justru isuruh man maka ndele atena. Tentu kita sebagai orang tua pasti merencanaken si terbaik man anakta.... emaka labo cocok akap anak sintua ilarang man (jadi sada perbeben kel bana) bahkan sementara adi agina isuruh-suruh rusur man, bahken adi berhubungen ras pangan kai per pindo agina ibererken. Em si turah ibas ukur kakana maka ia ibeda-bedaken, katakenna maka kelengen ate man agina asangken man bana, la iangkana maka ia ilarang man ras jajan, ngemil ertkiteken keleng ate man bana, sebab adi enggo kari seri belang dagingna ras gedangna ma enggo repot.

Bage ka me pe soal keleng ate Dibata, megati kel kita mbanding-mbandingken keleng ate Tuhan man banta ras man man kalak si deban, pelu siimani maka pasu-pasu (salib) si man banta enge maka pas man banta ...pasu-pasu(salib) kalak ah labo cocok man banta.

Nggeluh ibas doni enda ibarat kita lit ibas sada lorong (gua) si gelap, tentu perlu kel kita seberkas cahaya (terang) sebab adi kalak erdalan ibas lorog (gua) si gelap cahaya e jadi penuntun perdfalanen maka banci kita ndara ibas kegelapen e nari. Sisi sideban banci jadi lit warna si la isenangi kita (pobia warna) tapi adi paksa kita ibas lorong si gelap si idah warna megersing, aminna pe kita situhuna ersegat ate nangdangi warna mgeresing...la tepat waktuna ninta aku la senang wara megersing adi ateta ndarat ibas lorong e nari, adi ateta selamat suka entah la suka warna e harus ilewati. Bage me perdalanen kegeluhen enda aminna pe “warna kegeluhenta e” la ngena ateta tapi warna e me siibereken Tuhan man banta guna nelamatken kita. Pemere Dibata nangdangi warna kegeluhenta e merupaken keleng ate Tuhan sebab adi lanai erwarna ..e enggo dung, adi erwarna denga banci denga kita erdalan ije me si gejapken keleng ate Dibata si tetap....emaka ula raguken kelenga ate Dibata kai per warna kegeluhenta dalani alu meriah ukur... Roma 8:28 si mehuli ras si la mehuli ipake Dibata ngerehken si mehuli.... Yeremia 29:11” rancangen Tuhan labo rancangen krcelakaan tapi rancangan damai sejahtera”, adi kalak lawes ku pantai labo idarima si la ergelombang...tapi daramina si lit gelombangna sebab alu litna gelombang e maka banci ia landek-landek das selancar.
Teklah keleng ate Dibata la erkeri-kerin....amin. 

Pdt.Saul Ginting

Read more >>

Wednesday, 10 September 2014

Renungan / Khotbah Perbahanen Rasul 4:23-31, Pekan Doa Wari VII, Sabtu 27 September 2014

Introitus : 
Bahanlah sie kerina alu ertoto, Mindo penampat man Dibata. Ertotolah ibas (bukuna) alu kuasa kesah. Erkiteken si e erjaga-jaga dingen tutuslah kam ibas ertoto. Ertotolah rusur guna anak-anak Dibata. (Efesus 6:18)

Ogen : Johanes 6:1-5; Khotbah : Perb. Rasul 4: 23-31

Tema : Ertoto ras Erdahin (Ora et Labora)

Pokok Pikiren
1. Nuriken erti ertoto ras erdahin
2. Nuriken contoh ertoto ras erdahin (teks ogen ras khotbah)
3. Ulih ertoto: reh tutusna ertoto ras erdahin

PERLEBE
Erkiteken perkembangen ras tuntuten zaman nterem manusia sigenduari ituntut untuk menjadi manusia super cepat bagepe super sibuk, piahna melala ka nggo terjerumus ku "gila kerja" (Workaholic). Sehingga lanai lit je keseimbangen hidup guna "Kristus, Keluarga ras Kade-kade", seh maka nilai-nilai kekelengen nggo menipis, erkiteken kesibukenta sendiri. Kerja keras labo salah, sisalah eme adi silupaken Tuhan erkiteken pendahinta. Megati turah ibas pusuhta sada anggapen "adi la kin bekas kebeluhenku ras gegehku encari, labo band aku sukses ntah bayak" memang kita sindahikenca tapi adi sipikiri uga gia gegehta ras beluhta encari adi la kin ipasu-pasu Tuhan band kin berhasil bagepe bermanfaat man banta? band kari si lit epe keri. Janah harus ka si maknai bahwa gegeh ras kebeluhenta e tetap sumberna ibas Tuhan nari. Emaka ibas pendahinta e sikataken bujur man Tuhan arah totonta, janah sipindo ka arah totonta gelah tep-tep wari ibereken Tuhan banta gegeh ras kepentaren siertambah tambah guna ndahiken dahinta (Ora et Labora).

Sekalak penulis Amerika, Norman Mailer ngataken keadaan alami ibas manusia abad ke-21 eme kecemasan ntah pe rasa khwatir, janah enda merupakan sada hal sienggo ianggap biasa, bahkan menurutna enda nggo jadi bagin sila terpisahkan ibas kegeluhen manusia si genduari. Tapi sayangna kecemasan enda la hanya menjadi milik manusia duniawi saja, tapi enda pe nggo ngelangketi sebagian besar manusia si ngataken dirina tek man Yesus. Tep-tep wari mbiar ras aru ate turah ibas dirita guna ndalani kegeluhen enda, padahal janji Tuhan nggo jelas "perbahan si e ola aru atendu kerna nakan ras inemen si iperlukendu ibas geluhndu ntah kerna uis siman pakendu" (Matius 6:25a). Emaka akhirna gejala-gejala siniuraiken idatas ndai terakumulasi ibas sada sikap sincidahken minat guna bersekutu ras Dibata arah toto, kebaktin, rsd pe nggo berkurang. Tentu adi sinen arah kaca mata kekristenan sienda labo payo. Engkai maka kalak kristen megati denga ihinggapi erbage-bage kebiaren nggeluh? Bahkan mungkin paksa kita ngoge tulisen enda pe kita sangana ibayang-bayangi erbage-bage kebiaren.

PENJELASEN
1. Adi simulai pengogen kerna nats khotbahta enda mulai ayat sipemena, band siidah uga situasi sinihadapi Petrus ras Yohanes si sangana iadili. Kalak enda iadili labo erkiteken perbahanen si jahat, tapi erkiteken ngajarken tentang Yesus. Alu la biar-biaren kalak enda ngajarken kerna Keselamaten lit ibas Tuhan Yesus ngenca (bnd. Ayat 12). Sikap kalak enda si tuhu-tuhu pang kel ngajarken tentang Tuhan Yesus erbahanca mamang ate petinggi-petinggi Yahudi, erkiteken Petrus ras Yohanes labo kalak si erpendidiken (ayat 13), bahkan pendahinna sebage nelayan. Tapi, apakah sienda ngatakenca kalak enda sama sekali la pernah erlajar? Emaka ibas bagian akhir ayat 13 ikatekenna kalak enda ieteh sebage ajar-ajar Yesus. Berarti, Yesus erne sebage guru kalak enda emaka kalak enda langsung erlajar ku Yesus. Kalak enda ndatken pendidiken non formal ibas Yesus nari. Selain kerna kuasa Kesah si Badia, pelajaren ras pengalamen melayani ras Tuhan Yesus erbahanca kalak enda reh semangatna asangken sebelumna. Turah rasa percaya diri erkiteken nggo datna pemeteh ras pergegeh ibas Tuhan Yesus nari.

2. Amin gia lit hambaten ras tantangen la erbahansa semangat Petrus ras Johanes surut, tapi arah kejadian enda teridah uga kiniersadan ras semangat kalak enda semakin ertambah. Emaka semangat enda iendeskenna man Dibata guna tetap njagai bagepe ngarak-ngarak pelayanen kalak enda. Arah toto ipindona gegeh gelah ngasup meritaken kerna kata Dibata alu labiar-biaren. Sebab tek ia kuasa Dibata la band italuken kuasa-kuasa penguasa doni, sebab Tuhan jine siempuna doni enda. Pasrah bukan berarti menyerah, enda me sicidahken ajar-ajar paksa si e. Reaksi menentang sicidahken peminpin-peminpin Jahudi kerna pengajaran sipeseh ajar-ajar "ilawan" ajar-ajar arah ncidahken kualitas pelayanen si lebih berkualitas, emaka ipindona man Tuhan guna ngasup mpepalem kalak sisakit bagepe ncidahken tanda-tanda sengget si rehna ibas Tuhan nari, seh maka kalak enda berpasrah diri nimai reh na penampat Dibata ibas totona. "cakap saja labo lako" mungkin enda me ate ajar-ajar icidahken ibas pelayanenna, ertina orientasi pelayanen sicidahkenna labo terjeng berita arah kata-kata tapi berita arah tindaken nyata. Penyertaan Tuhan tetap ipindo ajar-ajar ibas totona ibas kai-kai pe sidahiken kalak enda, emaka teridah buah penyertaan Tuhan arah pelayanen ajar-ajar (bnd. Ayat 31). Ertoto ras Erdahin idealna jadi gaya hidup kalak sierkiniteken man Dibata, alu pengangkan kai pe pendahinta enda harus ibenai lebe arah toto, bagepe sidahiken kita enda merupaken tindak lanjut kerna kai sienggo itotoken kita, seh maka penampat ras gegeh kuasa kesah sibadia e mengalir ku kerina rongga-rongga kegeluhen si teridah arah Perbuatan, Pikiren, Perkataan si memang memuliaken Tuhan. Janah enda pe harus ilakoken alu berimbang, ertoto pe adi la sikerjaken totota nuai labo banci datken hasil bagepe erdahin pe kita adi labo sisertaken Tuhan ibas pendahinta e labo ka jadi pasu-pasu man banta.

3. Kunci ndatken kemalamen ate bas kegeluhen enda kepeken nggit ngikut Tuhan bagepe Mindo man baNa. Enda me sicidahken ajar-ajar paksa sie, penolaken sicidahken peminpin Jahudi la itanggapi kalak enda alu kebiaren, putus asa, rsd. Mungkin adi secara kemanusiaan siukuri banci saja kalak enda tetap ibayang-bayangi kebiaren, erkiten ngukuri pertentangen sicidahken peminpin si berkuasa i tengah-tengah kalak Jahudi i ja kalak enda ringan si pasti "mengancam " ketentramen bagepe keselamatenna. Tapi eteh ajar-ajar kai si payo siharus ilakokenna eme reh ku Tuhan bagepe mindo penampatNa. Ibas Pengogen Johanes 6:1-5, band si idah uga kekelengen Tuhan Yesus mana kalak si reh man baNa, kenca idahNa enterem jelma singikut ia, mis isungkun Yesus si Pilipus "i ja ndia banci situkur pangan guna kalak enda?" minter Yesus ngukurken kerna kai siman pangan guna jelma sienterem singikut ia, ertina Yesus langsung ngukurken kerna "kegeluhen" erkiteken makanen sumber tenaga guna penyambung kegeluhen. Berarti, jaminen kegeluhen lit ibas kalak singgit ngikut Tuhan, sebab ibas kita nggit ngikut e Tuhan nggo ngukurken kerna keperlunta. Bahkan paksa keadaan kegeluhen si mungkin dem perbeben si erbahanca kita berpikir lanai lit nari serpang pulah si banci ndungi perbebenta, je reh Tuhan mereken sada tanda sengget si erbahan kita ngaloken kemalemen ate, bagi Tuhan Yesus erbahan tanda sengget mere man enterem jelma alu lima ngikubul roti ras dua ikan (bnd. Ayat 9), amin gia megati pengakunta bagi pengakun Pilipus si lebih memainkan akal logika asangken kinitekenna, tapi arah kai sinibahan Tuhan Yesus nggo ncidahken kemahakuasaanNa si ngasup erbahan kai pe guna kita asal kita nggit reh ku la janah sibereken dirita ingan Tuhan ncidahken kemuliaanNa ibas geluhta.

KESIMPULEN
Arus siakui maka jaman enda nuruh kita erdahin reh tutusna, la saja menuntut kita untuk kerja keras tapi harus kerja Cerdas, artina sieteh apai sipayo singena ate Tuhan silakoken ibas pendahinta, seh maka arah pendahinta e tetap ermulia gelar Tuhan. Lit nge deba kalak enggo kote erkiteken sura-surana silatersehi aminna erbage cara enggo ilakoken. Lit deba erdahin suari ras berngi emaka lanai ternanamisa ulihna encari e. "Mbue kam ngamburken benih, tapi sitik ngenca iperanindu. Tuhu man nge kam, tapi la besur. Lit anggur man inemendu, tapi la bias seh puas. Tuhu ruis nge kam tapi bergehen denga. Kalak upahen ibunikenna upahna ibas perbeliten pultak-pultak. Ma enggo iangkandu engkai maka jadi sienda man bandu?" (Hagai 1:6-7). Aturna kesibukenta, dahin-dahin, bagepe masalah kegeluhen la erbahanca kita ndauh sirang ras Dibata tapi ngasup encidahken kiniersadaan simehuli ras Dibata. Erpengendes man Tuhan, janah ngasup nggeluh bagi singena ateNa ibas ndahiken dahinta maka kepentaren ras gegeh ibas Tuhan nari tetapa ngajari kita. Sigejapken maka Dibata nge simereken ulih pendahin, tentuna man Tuhan kita ernalem, sebab jaminen kegeluhenta lit ibas tan Tuhan seh maka tek kita pasti la kita kekurangen.

Det. Jery K Tarigan
Perp. Karawang-Rg. Bekasi

Read more >>

Renungan / Khotbah Perbahanan Rasul 12:6-12, Pekan Doa Wari VI, Jumat 26 September 2014

Introitus : 
E maka akukenlah dosandu sekalak-sekalak i lebe-lebe temanndu, janah ertotolah kam pekepar kerna teman, gelah malem kam. Pertoton kalak si bujur ergegeh kal (Jakub 5:16).

Ogen : Juna 2:1-10; Khotbah : Perbahan Rasul 12:6-12

Thema : Toto si empelimbarui

Pokok Pikiren
1. Nuriken erti kata "ipelimbarui" (Transformasi)
2. Nuriken perbahanen si terjadi ibas diri Petrus ras Juna erkiteken pertoton
3. Ulih ipelimbarui.

Senina ras tutang sinikelenge Tuhan Yesus Kristus, lit sekalak mistikus India nuriken kerna dirina sehubungen ras ertoto, nina bagenda:

"Saya adalah seorang revolusioner ketika masih muda, dan doa saya waktu itu adalah, "Tuhan, berilah saya tenaga untuk mengubah dunia".

Ketika saya hampir berusia setengah abad dan merasa bahwa setenga umur hidup saya sudah berlalu tanpa saya berhasil mengubah satu orang pun, saya mengubah doa saya demikian, "Tuhan, berilah rahmat untuk mengubah orang yang berhubungan dengan saya, yakni keluarga dan sahabat-sahabat saja, maka saya akan puas". Sekarang saya sudah tua dan hidup saya tidak akan lama lagi, dan saya pun mulai melihat betapa bodohnya saya. Maka doa saya sekarang adalah demikian, "Tuhan, berikanlah saya rahmat untuk mengubah diriku sendiri". Seandainya saya sudah berdoa seperti ini sejak dahulu, maka saya tidak akan menjadi sia-sia.

Arah kisah enda teridah amin gia terlambat, mistikus India mpelimbarui totona. Toto sitantangna mengarah ku enterem kalak (Tuhan berilah saya tenaga untuk mengubah dunia), jenari mengarah ku kalak si lit isekelewetna (Tuhan, berilah rahmat untuk mengubah orang yang berhubungan dengan saya, yakni keluarga dan sahabat-sahabat saya), janah kedungenna mengarah ku dirina (Tuhan, berilah saya rahmat untuk mengubah diriku sendiri). Situhuna labo salah toto e, mulia nge maksudna. Tapi arah cerita enda lit pesan si penting kal erne maka ibas persfektif Kristen, kita kepe lebe harus berubah. Ula arapken kalak banci siubah adi dirinta pe lenga barubah. Emaka ibas pendungi cerita enda lit penyesalen, engkai maka la ia ertoto bagi siterakhir e marenda nari. Alu bage penting terjadi transformasi toto segelah toto sipemena iarahken man dirinta segelah berubah, segelah ipelimbarui, jenari maka man kalak sideban ras doni enda. Kata ipelimbarui (Transformasi: berarti perubahan rupa, bentuk, sifat, fungsi, rsd.). Adi sioge Jakub 5:16b "Pertoton kalak si bujur ergegeh kal". Kata bujur ibas ayat enda penting. Alu terjadi perubahen dirita ibas si la bujur jadi kalak bujur erkiteken kuasa toto, maka pertoton kalak sibage ergegeh kal, ertina erkuasa mengubah kalak sideban, bahken erkuasa mengubah keadan bagi sinialami Rasul Paulus ras Juna ibas perikop khotbah ras ogen.

Senina ras turang sinikelengi Tuhan Yesus Kristus, Ibas ogen ituriken Juna ertoto ibas beltek ikan. Adi si oge ibas pasal 1, ije ituriken erkiteken Juna la patuh nandangi perintah Tuhan emaka ibenterken me ia ku lawit ras itelen nurung si galang. Ibas beltek nurung enda nari me Juna ertoto janah luar biasa, pertotonna ibegiken Dibata emaka iutahken nurung ndai ia ku daraten. Bage ka me ibas kata Dibata siman oratenta, ituriken uga malekat Tuhan mulahi Petrus ibas penjara nari. Cara Dibata mulahi Petrus seh kal luarbiasana. Bayangken Petrus ipenjara alu penjagan si seh kal ketatna. Ibas ayat 6 ije ituriken la saja Petrus iiket alu dua rante, i lebe-lebe pintun lit ka perajurit erjaga, janah tunduh pe ia ikelang-kelang dua kalak perajurit. Secara akal sehat la mungkin Petrus banci pulah ibas penjara nari, terlebih lit dua penjagan si arus itentasi jenari siterakhir gerbang besi si arus ibuka maka banci ndarat. Tapi kinatana Petrus pulah ibas penjara e nari. Apakah kebetulan e terjadi? Lang! Lit sababna. Sababna eme ibas ayat 12, lit perpulungen situtus notoken Petrus.

Bagem pentingna ertoto la saja man dirinta tapi pe man kalak sideban. Enda ka me pemahamen Paulus maka ipindona kal segelah perpulungen notoken ia. "Janah ertoto pe man gunangku, gelah ibereken Dibata man bangku kata-kata si payo adi aku ngerana, dingen gelah pang aku ngerana dingen mpetangkas rahasia Berita Si Meriah e" (Efesus 6:19). "Ertoto pe min gelah ipulahi Dibata kami i has kalak si kejam dingen si jahat nari. Sabap labo kerina kalak tek nandangi berita e" (2 Tesalonika 3:2). Dage ibas Pekan Doa berngi sip e VI enda, mari sitransformasi totota segelah totonta e erbahansa kita berubah alu bage pertotonta pe banci erkuasa mpelimbarui kalak sideban (Toto simpelimbarui).

PdtS.Brahmana

Read more >>

Renungan / Khotbah Nehemia 1:1-5, Pekan Doa Wari V, Kamis 25 September 2014

Introitus : 
Ertotolah katawari pe, janah katakenlah bujur man Dibata i bas si kugapana pe. Enda me si ngena ate Dibata ibahanndu i bas geluhndu selaku kam kalak si enggo ersada ras Kristus Jesus. (I Tesalonika 5:17-18)

Ogen : I Timotius 2:1-5; Khotbah : Nehemia 1:1-5

Tema : Kam Bagin Geluhku

Pokok Pikiren
1. Nuriken kerna erti ertoto guna kalak sideban (Pertoton syafaat)
2. Nuriken kerna erti teks Pustaka Sibadia (Pertoton Nehemia)
3. Contoh kalak si ertoto syafaat
4. Ulih ertoto syafaat (man si ertoto ras si itotoken)

BENA KATA
Ertoto eme sada bagin si mendasar i bas agama. Ertoto rusur pe i kataken bagi kesah man kalak si erkiniteken. Jadi adi kalak enggo ngaku sebagai Anak-Anak Tuhan tapi la ertoto, situhuna enggo mate i bas kiniteken.

Ertoto sebagai alat komunikasinta man Dibata, arusna sipakai guna ngataken bujur, pengendesen ras mindo kerna kai si perlu man banta. Siperlu siinget kerna ulih pertoton eme : Pertotonta mungkin minter ibereken Dibata, danci kange la ibereNa, entah pe isuruhNa ertima, sebab sura-sura Dibata i bas mereken kai si ipindo kita e, eme gelah maba kiniulin man banta terlebih jadi kemulian man Dibata.

URAIAN
Ibas wari pelimaken kita ngelakoken pekan doa, subuk arah introitus, pengogen ras bahan khotbah, nuduhken kerna pentingna ertoto guna pribadinta, keluarga, entah pe pertoton syafaat.
Ibas I Tesalonika 5:17-18, Rasul Paulus ngajuk perpulungen Tesaloiiika guna tetap ertoto janah ngataken bujur man Dibata sebab kegeluhen ras perbahanen si bageme singena ate Tuhan. Alu ertoto ras ngataken bujur merupaken bukti kita ersada ras Kristus Jesus.

Ibas pengogen, Rasul Paulus ngajuk entah pe nuruh Timotius gelah ertoto secara syafaat guna kerina manusia, Raja-raja, kerina si erkuasa (Pemerintah). Nina Rasul Paulus adi enda ilakoken, danci nggeluh i bas senang, dame. Arah pertoton pe reh ngasepna kita erkemalangen man Dibata.

Tema bahan khotbah "Kam Bagin Geluhku". Tema enda nuduhken sada sikap entah pe penggejapen rasa empati nandangi kalak sideban. Ngejapken perbeben, masalah kalak sideban merupaken perbeben ras masalahta, sebab siakui kalak sideban sibermasalah adalah bagin kegeluhenta. Nehemia si paksana tading i bas kuta kalak sideban megi berita kerna kota Jerusalem ehggo ceda (rontas). Ibas megi berita e, ceda kal ate Nehemia, ndele atena emaka ertoto ia, janah mindo man raja gelah dorek min ia ku Jerusalem gelah ipekenana mulihi tembok Jerusalem.

Ope isehken Nehemia pemindonna man raja Artaserses, leben ia ertoto kerna sura-surana e man Dibata. Teridah ulih pertoton Nehemia ibereken raja ijin man bana, sebab tutus atena ertoto ras srpuasa (Nehemia 1:4).

Piga-piga contoh ibas Pustaka Si Badia kerna kegeluhen kalah si ertoto (bersyafaat):
  1. Daniel ibas kegeluhenna tutus kal ertoto emaka iarak-arak Tuhan ia ibas kerina pendahin ras masalah geluhna (Daniel 9:3).
  2. Samuel anak Hannasi merupaken ulih pertoton si tutus si ilakoken Hanna. E sebabna anak e iberekenna ku rumah pertoton sebab ibas Dibata nari ipindona (I Samuel 1).
  3. Musadanci mulahi bangsana, mbaba darat i Mesir nari ku Taneh Perjanjin epe erkiteken tutus ia ertoto (Keluaran 32:11-55).
  4. Esterertoto gelah sura-sura Haman guna engkernepken bangsa Jahudi la seh (Ester 4:15-17).
  5. Elia ertoto gelah bangsa Israel reh tangkasna penandaina kerna Dibata, gelah la papak entah pe sesat (I Raja-Raja 18:36-55).
  6.  Rasul Paulus pe rusur kal ertoto kerna perpulungen-perpulungen, janah ia mindo gelah perpulungen pe notoken Rasul Paulus kerna pendahin/pelayanenna (II Tesalonika 3:1-2).
  7. Tuhan Jesusertoto kerna ajar-ajarNa/perpulungen tetap ersada. Ope Tuhan Jesus nadingken doni enda leben itotokenNa gelah perpulungen tetap ngasup ersada (Johanes 17).
Bagem belinna erti ras ulih ertoto, janah adi la ertoto situhuna enggo erdosa (I Samuel 12:23).Piga-piga hal siperlu siangkai kerna pertoton:

(1) Ngkai maka kita ertoto?
a. Kita ertoto sebab Dibata nuruh kita gelah ertoto (Lukas 18:1).
b. Adi kita ertoto, kita band menang ibas percuban nari (Efesus 6:12).
c. Adi kita ertoto, dat kita Pengertin/Hikmat (Masmur 119:27).
d. Adi kita ertoto, kita danci sukses ibas usaha/pendahinta (Masmur 119:31).

(2) Kuga kin ertoto gelah pertotonta megegeh/erkuasa?
a. Adi pertotonta e sue ras sura-sura Dibata (I Johanes 5:14).
b. Pertotonta erkuasa adi kita ertoto ibas gelar Jesus Kristus (Johanes 14:13-14).
c. Adi kita isampati Kesah Si Badia (Roma 8:26).
d. Pertoton megegeh adi ibas kiniteken ras alu tutus (Yakub 5:16).
e. Adi ertoto alu tujun si mehuli (Yakub 4:3).
f. Adi ibas ertoto e la lit cian ate (Markus 11:25-26).
g. Ertoto alu sabar dingen tutus (Roma 12:12).

KESIMPULEN
1. Nggeluhlah tetap ibas toto, subuk notoken pribadi, gereja, keluarga, bangsa ras negara (Syafaat).
2. Ibas ertoto sidahikenka dahinta alu tutus (Ora Et Labora).
3. Ibas ertoto dat kita kemalemen ate.

Graha, 27 Agustus 2014
Pdt. A. Ginting Jawak

Read more >>

Renungan / Khotbah Mazmur 119:97-105, Pekan Doa Wari IV, Rabu 24 September 2014

Introitus : 
“KataNdu kap tendang man nahengku, nerangi dalan si kudalani” (Masmur 119:105)

Ogen : Markus 1:9; Khotbah : Masmur 119:97-104

Thema : “Nggeluh Ibas KataNdu”

Kata Penaruh
Itengah tengah kegeluhen kalak Kristen maun kita jumpa perpulungen mbelin kal ketedehen atena mpelajari Alkitab, arah sekolah Alkitab malam, kuliah theologia program s1, s2, s3 ras berhasil alu prestasi baik. Ketutusen mpelajari kata Dibata erbahanca hebat pemetehna kerna kata Dibata, tapi pemeteh kerna kata Dibata e langa tentu mengubah sikap geluhna, nadingken kegeluhen si ndekah ras nggeluhken kegeluhen si mbaru. Bagepe maun si begi berita “isu” kerna pandita si inilai menguasai melala pemeteh kerna kata Dibata tapi pe bertentangen lagu langkahna ras pemetehna e. Turah penungkunen “Engkai maka banci jadi bage, adi ibas kata Dibata erkuasa nge gegeh Dibata?” Engkai maka meganjang pemetehna kerna kata Dibata tapi la bias kengasupenna mbedaken si benar ras si salah, kurang tegas ibas muat keputusen, melket lagu langkahna; pernembeh-dendam, cian, perbual ras erbage bage perbahanen dosa sidebanna? Labo bias tujun mpelajari kata Dibata saja, tapi pe perlu mperdiateken motivasi mpelajarisa e me gelah erkinibayaken ndalanken kata Dibata.

Pembahasen-pemberitan
Nina pemasmur “Lanai tanggung keleng ateku man undang undangNdu, kukusur kusur ibas ukurku gedang gedang wari.” Lit pribasa cinta nina “Dihatiku ada kamu, di pikiranku ada kamu, di dompetku ada kamu, di waktu waktu hidupku ada kamu, dimana mana dan kapan saja bagiku kamu hadir!”. Kalak si bage cara nggeluhna, pertimbangen pertimbangenna bahkan semangat ras tujun nggeluna ipengaruhi cintana. Bageme ketedehen ate pemasmur nandangi undang undang Dibata emaka katawari pe waktuna, ija pe ras kaipe situasina lalap nge atena mpelajari undang undang Dibata. Adi ipelajarina undang undang Dibata tetambari me tedeh atena jumpa ras pedah pedah Dibata si atena ngena e. Iberekenna ingan undang undang Dibata e ibas ukurna, ikusur kusurna, iberekenna gegeh, kinibayaken, kesetian ras geluhna bagi sura sura undang undang e.

Pemasmur nuriken piga piga untungna mpelajari undang undang Tuhan alu ngkusur kusursa ibas pusuh e me:

1. Pentaren pemasmur asangken imbang imbangna.
Aminna pe kalak enggo erkiniteken tetap nge geluhna i teruh ancamen ibas imbang imbangna nari (si mperimbang ia), ras ibas doni enda nari. Biasana imbang si mengintai e maka ia lebih siap diri alu strategi ras persenjatan tempurna, sebab enggo ipelajarina si tuasi kalak si i intaina. Tapi nina pemasmur lalap nge pentaren “lebih berhikmat” kalak si la erngadi ngadi mpelajari (melatih diri) ras mpersenjatai dirina alu perentah-perentah Dibata (bdg. Efesus 6:10-18 senjata si ibereken Dibata-perlengkapan rohani). Kalak jahat ibuatna keputusen erpalasken keuntungena, labo iperhitungkenna gulut iakap kalak tapi kalak si erngena ate man undang undang Tuhan idahikenna keputusen si mbaba keuntungen man jelma si enterem, idahikenna kedamen kalak sideban.

2. Pengertin pemasmur ngelebihi pengertin guru si ngajari ia.
Lit kin murid pentaren asangken guruna? Sini imaksud pemasmur labo lebih erpemeteh (pengetahuan) tapi lebih erpengertin (berakal budi). Pengertin (akal budi) labo ulih pemeteh saja tapi pertubuhenna mehuli erkiteken perenungen perunungen si murni ras tutus.

3. Belinen kepentaren pemasmur asangken orang-orang tua.
Orang-orang tua e me tua tua si kundul i batar batar i pintu gerbang kota si ertugas nampati kalak ibas perbeben geluhna (bdg Ulangen 21:19). Ibas kebiasan nggeluh kalak Yahudi; anak (kalak si nguda) la pantas ngajar orang tua, tapi ibas paksa umur Yesus sepuluh dua tahun ngerana ngerana Yesus ras guru guru agama kalak Yahudi, ngelakoken percakapen alu si sungkun sungkunen ras iberitaken maka Yesus si asum si e nguda denga ngerana Ia alu pemeteh si meganjangna. (Lukas 2:46-47)

4. Menang pemasmur nilahken perbahanen si jahat.
Melala kalak si ndabuh ku bas dosa labo erkiteken la ietehna milih dalan si benar entah salah, tapi ndabuh ia erkiteken godan ngelakoken perbahanen si jahat. La tertalukenna sura sura dagingna, umpamana bagi ndabuhna Adam ras Hawa kubas dosa sebab sura surana gelah seri ia ras Dibata bagepe iblis berhasil nggodasa. Adam ras Hawa la megegh ngelawan sura surana ras godan iblis. (Kejadin 3:1-13). Mpelajari ras ngkusur kusur undang undang Dibata ibas pusuh mpeturah perayaken ndalanken kata Tuhan, teridah bagi si ilakoken Yusuf, la ia ndabuh asum igoda ndehara Potipar (Kejadin 39).

5. Erguru man Dibata ertina ndalanken kata Dibata.
Ndatken sada sada hal si lebih asli ras erkualitas e me alu cara datkenlah e ibas sumberna nari ija kin asalna. Bageme pe guna ndatken pemeteh kerna kata Dibata ergurulah ku Dibata sumber si nehkenca. Ibas hal si e nina pemasmur labo sekolah tapi alu perbahanen, lagu langkah ndalanken kebenaren kata Dibata, e me cara erguru ku sumberna.

6. Man pemasmur undang undang - aturen Tuhan e entebu lebihen asa tebu tengguli.
Kesalahan Adam ras Hawa i taman Eden e me ngelanggar aturen Dibata. Melala jelma labo ngena atena iatur bahkan nina nggeluh iteruh aturen merupaken siksan si mberat, kegeluhen si pagit, la bebas. Labo seri ras kegeluhen kalak si erngena ate nandangi aturen Tuhan; ndalanken aturen merupaken kesenangenna, janah lalap kurang mbue iakapna ndalanken kiniulin ras kebenaren kata Dibata.

7. Arah ndalanken undang undang Tuhan idat pemasmur kepentaren emaka ciga atena kata si la tuhu.
Kata Dibata ibas 1 Yohanes 1:6 “Dage, adi ninta ersada kita ras Ia, tapi nggeluh kita ibas gelap, erbual kap kita ibas kata ras perbahanenta.” Bagepe ibas Matius 5:37 “Katakenlah, ue adi tuhu janah katakenlah, lang adi la tuhu. Lain asangken si e iblis nari kap rehna.” Yohanes 8:44 nina “…Nai nari iblis pemunuh kap. La pernah ikapitina si benar, saba la lit si benar i bas ia. Adi erbual ia biakna nge, sabab ia perguak dingen bapa kerina kalak si perguak.” Setia ndalanken undang undang Tuhan ertina ndalanken kebujuren ras jujur, la ipermainkenna kebenaren kata Dibata, terteki ibas kai kai pe.

Kesimpulen
Kalak si erkeleng ate nandangi undang undang Tuhan, si tutus atena mpelajarisa ras ngkusur kusursa ibas pusuhna idatkenna me pemeteh kerna kata Dibata, itandaina kebenaran ras ibas ia lit gegeh guna ngelawan sura sura si jahat. Tedeh atena nandangi kebenaren emaka la erngadi ngadi lalap idahikenna kiniulin. La ia ngukurken keuntungen man bana saja tapi pe idahikenna kiniulin man kalak si deban. Kata dibata enda pe jadi perenungen, ngajak Pandita, Pertua, Diaken ras kerina si tutus mpelajari kata Dibata gelah ula terjeng ngayaki pemeteh ras kinibeluhen nurikenca saja, tapi jadi prestasi iman min, jadi semangat ibas ndalanken kebenaren, kejujuren ras megenggeng.

Pdt.Ekwin W.Ginting

Read more >>