Monday, 7 May 2012

Khotbah Matius 7:21-27, Pekan Keluarga Wari VII (Sabtu, 9 Juni 2012)

Introitus :
Sambil memuji Allah,dan mereka disukai semua orang.Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan (Kisah Para rasul 2:47)
Ogen : Kisah Para rasul 2:42-47; Khotbah : Matius 7:21-27
Tema :
Keluarga Kristen yang Misioner/Jabu Kalak Kristen si missioner

Pendahuluan
Identitas orang kristen sebagai orang percaya kepada Allah tidak hanya terlihat dan terjadi dalam komunitas kristen saja tetapi identitas itu juga seharusnya terlihat keluar dari komunitas dimana dia/gereja itu berada. Ada sebuah ilustrasi yang mengambarkan hal tersebut dimana orang kristen itu ibarat sebuah lilin, tapi lilin itu enggan untuk menyala karena terlalu mempertahankan soal identitas (pantas atau tidak,mampu atau tidak). Padahal keselamatan yang telah dianugerahkan kepada kita orang Kristen seharusnya kita nyatakan didalam kehidupan kita untuk melayani dan berbagi kasih dengan orang lain, lilin kepercayaan itu harus menyala menjadi terang bagi sekeliling kita,artinya kita terbuka dan memperlihatkan injil itu kepada dunia ini.

Kata missioner dapat diartikan sebagai Missio Dei/Misi Allah, dimana ada suatu gerakan atau pelayanan untuk menyampaikan berita atau misi kepada bangsa-bangsa atau kelompok-kelompok ataupun pribadi-pribadi mengenai tujuan dan kehendak Allah yang dilakukan oleh gereja-gereja,kelompok persekutuan ataupun pribadi-pribadi yang telah mengerti dan menerima Allah sebagai Juruselamat dunia. Hal ini dilakukan supaya dunia ini juga mengerti dan menerima Allah sebagai juruselamat.

Ada dua konsep tentang missioner: yang pertama adalah pandangan tradisional tentang missioner adalah penginjilan, serta yang kedua adalah pandangan modern tentang missioner adalah pelayanan. Dan menurut Jhon Stoot Alkitab memiliki pandangan missioner yang mencakup penginjilan dan pelayanan tapi menurutnya penginjilan tetap menjadi inti misi.

Penjelasan Nats
Ayat 21: Kalimat utama dalam paragraf ini adalah “yang masuk ke dalam kerajaan sorga” yaitu yang melakukan kehendak Bapa di Sorga. Yesus mengatakan hal ini dalam konteks pembicaraan dengan murid-muridNya ketika mereka melihat dan mengamati hubungan antara apa yang dikatakan dan apa yang diperbuat oleh orang banyak sangat berbeda. Jadi adalah hal yang utama, yaitu bahwa mereka yang ingin masuk kerajaan sorga ,harus melakukan kehendak Bapa di sorga tanpa itu tidaklah mungkin seseorang masuk kedalam kerajaan sorga. Jadi dengan begitu melakukan kehendak Bapa berarti mengikuti semua yang Bapa inginkan yaitu menghasilkan buah yang baik. Ini berarti karakter yang sesuai dengan karakter Bapa adalah hasil yang di inginkan. Seseorang tidak dapat berkata bahwa dirinya melakukan kehendak Bapa jika dia tidak menunjukkan ketaatannya pada kehendak Bapa.

Ayat 22-23: Tiga perbuatan yang dinyatakan oleh orang berseru tersebut yaitu bernubuat, mengusir setan dan mengadakan mujizat adalah mewakili semua tindakan pelayanan yang mungkin dilakukan. Tapi hal ini bukan dimakssudkan bahwa yang melakukan tiga jenis pelayanan ini pasti tidak masuk sorga dan bukan juga mengkritik orang-orang yang melakukan pelayanan tersebut, melaikan seperti apa yang dikatakan oleh Yesus bahwa mereka yang melalukan pelayanan tersebut tapi tidak melakukan kehendak Bapa dia tidak dapat masuk sorga, malah Yesus menyebut mereka penjahat.

Ayat 24-27: Ada dua penekanan dalam nats ini yaitu orang yang bijaksana akan mendirikan rumahnya diatas batu, sedangkan orang yang bodoh akan mendirikan rumahnya diatas pasir, hal ini mengajarkan kita beberapa hal yaitu:
  • Orang kriten yang melakukan perkataan Yesus dalam kehidupannya lebih terlatih memberi respon yang tepat dan benar ketika menghadapi krisis dalam hidupnya.
  • Sebaliknya orang Kristen yang tidk melakukan perkataan Yesus dalam hidupnya tidak dapat memberi respon yang tepat bahkan hancur ketika menghadapi krisis dalam hidupnya
  • Nats ini memberikan kita pengertian bahwa seorang pengikut Kristus dengan mudah mendapat respon terhadap badai bukan karena kemampun dirinya tapi dengan Anugerah Tuhan berdiri diatas perkataan Yesus. Perkataan Yesus memberi kekuatan ketika diterpa badai atau krisis kehidupan
  • Hal ini juga meningatkan kita orang kristen yang tidak melakukan perkataan Yesus, walau sudah bertahun-tahun mendengar perkataan Yesus tapi tidak berdiri diatas perkataan Tuhan dia akan dengan mudah tersapu badai kehidupan.
Aplikasi
Jabu atau keluarga adalah terdiri dari orangtua dan anak,dan pada hari terakhir pekan keluarga tahun ini tema mengatakan bahwa jabu kalak kriten si missioner. Hal ini menyatakan bahwa keluarga atau jabu adalah salah satu alat untuk melakukan missi Allah. Misi Allah itu adalah bagaimana seluruh dunia ini melihat dan mengakui bahwa Allah melalui Yesus Kristus menyatakan anugerah dan KasihNya untuk menyelamatkan manusia dan masuk kedalam kerajaan sorga. Oleh karena itu semua jabu/keluarga orang Kristen diharapkan untuk tidak hanya memperlihatkan kasih kristus itu pada komunitasnya tapi kasih itu di nyatakan dalam kehidupannya dimana dia hidup dan bekerja.Identitas jabu kalak Kristen tidak hanya terletak pada statusnya sebagai umat Allah, melainkan fungsinya sebagai umat Allah (identitas bukan dari dunia tapi didalam dan untuk dunia).

Dalam perjalanan hidup jemaat mula-mula dalam Kisah para Rasul 2:42-47 yang menjadi penekanan keberhasilan jemaat itu adalah mereka tidak hanya sebagai pendengar Firman Tuhan tapi lebih sebagai pelaksana Firman Tuhan dan mereka melakukannya penuh dengan hikmat dan kebersamaan yang luarbiasa sehingga setiap anggota jemaat melakukan fungsinya masing-masing untuk membangun jemaat itu sehingga tidaklah mengherankan dengan persekutuan dan kebersaamaan itu setiap hari ada saja orang yang ditambahkan Tuhan kedalam persekutuan itu.
Keistimewaan jabu/keluarga kristen adalah pengalaman iman kepada Allah serta membawanya kedalam sikap dan tingkah laku dalam kehidupan baik ditengah keluarga dan juga bagi orang lain. Oleh karena itu ciri-ciri jabu/keluarga missioner adalah:
  • Didalam keluarga itu secara nyata melakukan kehendak Allah, baik didalam menjalankan fungsi sebagai orangtua, anak, suami, istri, artinya dalam fungsi masing-masing melakukannya dengan tanggung jawab kepada Tuhan.
  • Keluarga itu adalah keluarga yang kokoh, tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang tidak berkenan dihadapan Tuhan, mampu menghadapi setiap tantangan hidup
  • Keluarga itu tidak hanya mengerti tentang firman Tuhan atau dikenal sebagai keluarga yang taat kepada Tuhan tetapi mampu merealisasikan ketaatan itu dalam bentuk pelayanan bagi orang lain (menginjili dan melayani)
Dengan adanya ciri-ciri tersebut diatas semakin menunjukan bahwa keluarga kristen tidak hanya berguna untuk komunitasnya saja tapi berguna juga untuk orang, karena memang begitulah hakekat hidup orang kristen, bahwa kehadirannya ditengah-tengah dunia ini mampu memperkenalkan siapakah Allah itu bagi dunia ini. Melalui penginjilan dan pelayanan yang dilakukan oelh tiap-tiap keluarga akan memberikan dampak yang besar bagi dunia baik dikeluarga-keluarga orang lain, komunitas-komunitas yang lain sehingga mereka merasakan sukacita dengan keberadaan jabu/keluarga kristen dan yang lebih penting lagi mereka merasakan kasih kristus melalui pelayanan yang dilakukan sehingga pemberitaan tentang Firman Tuhan semakin nyata di dunia ini.

Pdt Rena Tetty Ginting
Runggun Bandung Timur


Artikel lain yang terkait:



0 komentar:

Post a Comment