Monday 10 December 2012

Khotbah Mikha 5:1-5, Minggu 23 Desember 2012 (Advent IV)

Introitus : 
Ingetna padan si enggo ibahanna ras nini - nininta, janah nampati kalak israel kawanna. (Lukas 1 :54).

Pembacaan : Lukas 1 : 46-55; Khotbah : Mika 5 : 1-5

Thema : 
‘’Dibata nehken padanna, ergakenlah allah memenuhi janjinya, hargailah’’.

Pendahuluan
Biasanya orang selalu menilai seseorang berdasarkan kampung halamannya, warna kulitnya atau latar belakang kehidupannya. Sewaktu Tuhan Yesus melayani, orang-orang Yahudi menilai Yesus sebatas Orang Nazaret, anak Yusuf dan Maria. Orang Yahudi berkata :’’ Bukankah dia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapaknya kita kenal?. Bagaimana Ia dapat berkata : ‘’ Aku telah turun dari Surga ‘’ (Yohanes 6 :42)

Uraian
Dari bahan khotbah (Mika 5 : 1-5) dijelaskan tentang datangnya seorang Raja dari Betlehem Efrata . Nats ini merupakan teks yang terkenal dari Perjanjian Lama dalam hubungannya dengan kelahiran Yesus. Setiap tahun pada Natal ayat ini banyak kita ucapkan dan dengarkan. Efrata adalah nama marga bangsa yang tinggal di wilayah Betlehem. Dalam (Yohanes 7 : 42) biasa juga disebut Betlehem yang kecil, berbeda dengan Yerusalem dengan bangunan-bangunan yang megah (Mika 3 : 10). Raja yang datang dari Betlehem itu akan memerintah dengan kekuatan dan kuasa yang datang dari Allah. Dan dibawah kuasaNya rakyat akan hidup dengan senang dan damai.

Alkitab menyatakan bahwa Mesias itu datang dari Betlehem. Apakah kita juga menilai Yesus hanya sebatas anak-anak yang lahir di Betlehem? Karena penilaian dan penerimaan kita akan Yesus menentukan kehidupan kita sekarang dan akhir jaman.

Banyak bentuk penerimaan orang atau golongan tentang Yesus :
1. Orang Majus menerimaNya sebagai “ Raja Orang Yahudi ’’
a. Mereka mencari Dia (Mat 2 : 1)
b. Mereka menyembah Dia (Mat 2 : 2)
c. Mereka mempersembahkan persembahan (Mat 2 : 11)
2. Herodes menganggapNya sebagai perampas Kuasa (Mat 2 : 16)
3. Nicodemus menganggapnya sebagai Guru yang datang dari Allah (Yoh 3 : 2)
a. Memang Yesus guru yang melebihi guru-guru yang mahir (Yoh 7 : 46)
b. Yesus memproklamirkan diriNya sebagai Guru yang datang dari Surga (Mat 7 : 24-29)
4. Murid-murid menganggapnya hanya sebagai salah satu Nabi (Mat 16 : 14)
a. Mereka menyangka Dia setara Yohanes Pembabtis
b. Mereka menyangka Dia sebagai Elia
c. Yohanes Pembabtis menerima Yesus sebagai ‘’ Anak Domba Allah’’ (Yoh 1 : 29)
5. Thomas, murid Jesus mengakui Dia sebagai ‘’TUHAN dan ALLAH’’ (Yoh 20 : 28).

Kita Sudah sampai pada Adven yang ke IV dalam rangka menyambut kedatangan Mesias Juru Selamat yang membawa damai bagi kehidupan manusia.

Thema yang berbunyi : Allah menepati janjiNya, Hargailah (Dibata nehken padanna “Ergakenlah”).
Untuk merespon penggenapan janji Allah yang telah menggenapi nubuat para Nabi. Kita disuruh untuk menghargainya. Apa yang dapat kita lakukan untuk menghargai Penggenapan janji Allah itu?

Maria dalam Lukas 1 : 46 – 55 (Bahan Bacaan) bernyanyi memuji Tuhan. Merasakan betapa besarnya Kasih Allah yang memperhatikan orang yang takut (malang) kepada Allah. Kasih Allah kepada Abraham berlaku sepanjang jaman termasuk Kita keturunan Abraham. Maria yang sedang mengandung tidak menjadi penghalang baginya pergi menemui Elisabeth karena dia begitu bersuka cita.

Tentunya kita pun harus berusaha menghargai penggenapan janji Allah yang telah digenapinya, dengan cara hidup menuruti dan melakukan kehendak Allah dalam kehidupan kita, sehingga nama Allah dipermuliakan dan semakin banyak mulut yang memuji NamaNya.

Pointer
  1. Allah telah menggenapi janjiNya melalui Juru Selamat (MESIAS) yang datang ke dunia menjadi penebus dosa manusia.
  2. Hargailah penggenapan janji Allah itu dengan hidup menurut kehendakNya dan persembahkan tubuh kita menjadi persembahan yang hidup yang berkenan kepada kehendakNya.
  3. Penggenapan janjiNya adalah wujud Kasih Allah yang sedemikian besarnya bagi umat manusia.
Pdt.A.Ginting Jawak


Artikel lain yang terkait:



0 komentar:

Post a Comment